Kasus Korupsi NTB

Korupsi Saprodi Pertanian di Bima Rp14,5 Miliar, Kerugian Capai Rp5 Miliar

Proyek pengadaan dengan total nilai Rp14,5 miliar ini tahun anggaran 2015-2016, dilidik Tipikor Polres Bima Kabupaten sejak tahun 2018 lalu.

Penulis: Atina | Editor: Robbyan Abel Ramdhon
pixabay.com
Proyek pengadaan dengan total nilai Rp14,5 miliar ini tahun anggaran 2015-2016, dilidik Tipikor Polres Bima Kabupaten sejak tahun 2018 lalu. - Ilustrasi uang. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina

TRIBUNLOMBOK.COM, BIMA - Kasus dugaan korupsi pengadaan Sarana Produksi (Saprodi) cetak sawah baru tahun 2016, menyeret tiga tersangka.

Proyek pengadaan dengan total nilai Rp14,5 miliar ini tahun anggaran 2015-2016, dilidik Tipikor Polres Bima Kabupaten sejak tahun 2018 lalu.

Status ini naik ke status penyidikan, pada tahun 2019 lalu dengan penetapan tersangka mantan Kadis Pertanian dengan inisial MT

Baru-baru ini, penyidik Polres Bima Kabupaten kembali menetapkan 2 orang tersangka, yakni mantan Kabid di Dinas Pertanian, laki-laki berinisial M dan mantan Kasi perempuan berinisial NMY.

Baca juga: Kasus Korupsi Uang Makan Minum Pasien RSUD Sondosia Bima, Orang Dalam Berpeluang Jadi Tersangka Baru

"Tiga tersangka ini kami buat dalam dua berkas. MT satu berkas. Sedangkan M dan NMY, gabung satu berkas," ungkap Kasat Reskrim, AKP Masdidin saat ditemui wartawan di ruang kerjanya pada Selasa (20/9/2022).

Masdidin menjelaskan, peran MT dalam pengadaan Saprodi cetak sawah baru tersebut karena ia sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Sedangkan M dan NMY, diduga turut serta dalam dugaan korupsi yang dilakukan MT.

"Untuk tersangka M sudah pensiun dan tersangka NM masih aktif sebagai ASN," lanjut dia.

Baca juga: Tersangka Korupsi Bansos Diperiksa Hari Ini, Sirajudin : Saya Sedang Ada Urusan 

Untuk berkas perkara dengan tersangka MT, telah dilakukan pelimpahan pertama ke Kejaksaan Negeri Raba Bima.

Begitupun dengan berkas M dan NMY, telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Bima, sekitar dua bulan lalu.

"Sampai sekarang, belum ada hasil penelitian berkas dari Kejaksaan," akunya.

Masdidin menjelaskan, kedua tersangka M dan NMY disangkakan dengan pasal 2 dan 3 dalam Undang undang Korupsi, junto pasal 55 KUHP tentang perbuatan penyertaan.

"Korupsi ini identik dengan tanggung jawab renteng. Apalagi kerugiannya besar, capai lima miliar," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved