Berita Bima

Kasus Korupsi Uang Makan Minum Pasien RSUD Sondosia Bima, Orang Dalam Berpeluang Jadi Tersangka Baru

Adapun tersangka baru perannya sebagai yang turut serta dalam kasus dugaan korupsi di RSUD Sondosia

Penulis: Atina | Editor: Wahyu Widiyantoro
(s3images.coroflot.com/ Via Kompas.com)
Ilustrasi Korupsi. Adapun tersangka baru perannya sebagai yang turut serta dalam kasus dugaan korupsi di RSUD Sondosia. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina

TRIBUNLOMBOK.COM, BIMA - Kasus dugaan korupsi uang makan dan minum pasien di RSUD Sondosia Bima menyeret tersangka baru.

Nama tersangka baru ini, mencuat setelah Jaksa penyelidik pada Kejaksaan Negeri Bima, memberi petunjuk kepada penyidik Polres Bima.

Adapun tersangka baru perannya sebagai yang turut serta dalam kasus dugaan korupsi di RSUD Sondosia.

Saat ini, calon tersangka baru sebagaimana diatur dalam pasal 55 KUHP ayat 1 ke 1 telah dibidik penyidik Polres Bima.

Baca juga: Uang Makan Pasien di RSUD Sondosia Bima Rp 431 Juta Dikorupsi, Mantan Bendahara Jadi Tersangka

"Berkas sudah kita rampungkan," ujar Kapolres Bima melalui Kasat Reskrim Polres Bima AKP Masdidin ditemui di Mapolres Bima, kemarin.

Masdidin mengakui, berkas sudah bolak-balik beberapa kali dari Kejari Bima ke Penyidik Polres Bima.

pengembalian terakhir kali dilakukan jaksa penyelidik bulan lalu, disertai petunjuk memperkuat peran tersangka dan mencari tersangka turut serta.

"Petunjuk jaksa sedang kita penuhi. Dalam waktu dekat ini kita limpahkan kembali berkasnya," aku Masdidin.

Dia menjelaskan, hasil pengembangan penyelidikan telah terungkap calon tersangka lain dalam perkara tersebut.

Pihak lain yang dimaksud, berhubungan erat dengan persoalan masih dalam lingkup RSUD Sondosia.

"Ada orang dalam, erat kaitannya dengan peran tersangka," sebutnya.

Baca juga: Asisten 1 Setda Bima Tersangka Kasus Korupsi Bansos Kebakaran Terancam Dicopot dari Jabatannya

Nantinya, tambah Masdidin, akan dibuat dalam berkas terpisah dan dalam tahap penyelidikan.

Kasus dugaan korupsi uang makan minum pasien ini, terjadi tahun 2018 lalu dengan kerugian negara mencapai Rp 431 juta.

Mantan Bendahara RS Sondosia Mahfud ditetapkan sebagai tersangka.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved