Berita Nasional

Ongkos Ojol dan Bus Naik! Berikut Rincian Tarif yang Akan Berlaku

Naiknya ongkos atau tarif transportasi ojol dan bus ini diumumkan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

FOTO ISTIMEWA/KIRIMAN WARGA BIMA
Ongkos Ojol dan Bus Naik! Berikut Rincian Tarif yang Akan Berlaku - Para supir bus di Bima melakukan aksi mogok pada Selasa (6/9/2022). Mereka menuntut kenaikan tarif. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Ongkos ojol (ojek online) dan bus AKAP Kelas Ekonomi alami kenaikan harga.

Naiknya ongkos atau tarif transportasi ojol dan bus ini diumumkan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Hendro Sugiatno, Rabu (7/9/2022).

Hendro Sugiatno mengungkapkan, ongkos ojol dan bus antar kota antar provinsi (AKAP) mengalami penyesuaian.

Kebijakan menaikkan harga ongkos transportasi ini, terutama ojol, meliputi penyesuaian beberapa komponen seperti PPn, UMR, dan lain sebagainya.

Baca juga: Harga BBM Naik Saat Harga Minyak Dunia Turun, Presiden Partai Buruh Curiga Pemerintah Cari Untung

"Jadi perhitungan komponen penentuan tarif ojek online itu ada biaya langsung dan biaya tidak langsung. Untuk komponen biaya ojek online yaitu kenaikan UMR, asuransi pengemudi, dan biaya jasa minimal empat kilometer, dan kenaikan harga PPn," katanya dalam konferensi pers yang ditayangkan Breaking News Kompas TV.

Membacakan Keputusan Menteri Perhubungan (KP) terbaru tahun 2022, Hendro menyebut yang pertama, kenaikan ongkos ojek online sebagai berikut:

Untuk zona I, batas bawah dimulai dengan tarif sebesar Rp2.000 sedangkan batas atasnya adalah Rp2.500.

Sementara untuk biaya jasa minimal di zona I yang disesuaikan berdasarkan jarak empat kilometer pertama dikenai tarif sebesar Rp8.000 - Rp10.000.

Baca juga: Jokowi: Pemerintah Berupaya Lindungi Rakyat dari Gejolak Harga Minyak Dunia

Lalu untuk zona II, batas bawah dipatok tarif sebesar Rp2.550 dan batas atas sejumlah Rp2.800.

Untuk biaya jasa minimal di zona II ditetapkan tarif berdasarkan jarak empat kilometer pertama dari Rp10.200-Rp11.200.

Terakhir yaitu zona III, batas bawah dikenai biaya sebesar Rp2.300 dan batas atas yaitu Rp2.800.

Sementara untuk biaya jasa minimal disesuaikan jarak empat kilometer pertama sebesar Rp9.200-Rp11.000.

Selanjutnya, Hendro mengungkapkan untuk besaran biaya tidak langsung berupa biaya sewa penggunaan aplikasi telah ditetapkan paling tinggi sebesar 15 persen.

"Jadi ada penurunan. Kemarin (KP sebelumnya) 20 persen," katanya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved