NTB

Efek Domino Harga BBM, Sopir Truk Pelabuhan Bima Tuntut Kenaikan Tarif

TRIBUNLOMBOK.COM/ATINA
Efek Domino Harga BBM, Sopir Truk Pelabuhan Bima Tuntut Kenaikan Tarif - Pertemuan paguyuban sopir truk pelabuhan Bima, meminta penyesuaian tarif angkut muatan pasca harga BBM dinaikan. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA BIMA - Permintaan penyesuaian tarif pada jasa transportasi, terus bermunculan di Kota Bima.

Setelah supir bus, kini paguyuban sopir truk di Pelabuhan Bima menuntut hal serupa dari distributor barang-barang muatan di Pelabuhan Bima.

Pertemuan antara supir truk dan para distributor ini, digelar di aula kantor Pelindo Bima, pada Selasa (6/9/2022.

Ketua paguyuban supir truk Pelabuhan Bima, Sulistiawan mengungkap, sudah lebih dari 10 tahun angkutan truk barang di pelabuhan tidak pernah meminta kenaikan tarif.

Baca juga: Ongkos Ojol dan Bus Naik! Berikut Rincian Tarif yang Akan Berlaku

Padahal kenaikan BBM, sudah beberapa kali terjadi dalam kurun waktu tersebut.

"Baru sekarang ini kami minta penyesuaian tarif," tegasnya.

Pemicu tuntutan para pemilik truk ini ungkap Sulistiawan, tidak hanya dipicu naiknya harga BBM tapi juga harga sparepart yang melambung tinggi.

Bahkan kenaikan harga sparepart mobil, sudah naik jauh sebelum harga BBM dinaikan.

Baca juga: Harga BBM Naik Saat Harga Minyak Dunia Turun, Presiden Partai Buruh Curiga Pemerintah Cari Untung

"Untuk kami ini, bukan hanya BBM yang dipikirkan. Tapi sparepart truk, gaji supir dan pemeliharaan armada kami," bebernya.

Untuk itu, pihaknya meminta kenaikan tarif 60 persen dari tarif saat ini, untuk menyiasati naiknya harga BBM dan sparepart.

"Memang BBM sekarang ini naik 30 persen. Tapi seperti tadi yang saya katakan, bukan hanya BBM bagi kami yang naik, sehingga kami minta penyesuaian tarif sampai 60 persen," jelasnya.

Tuntutan yang disampaikan dalam dialog terbuka tersebut, langsung disambut sejumlah perwakilan distributor semen.

Baca juga: Jokowi: Pemerintah Berupaya Lindungi Rakyat dari Gejolak Harga Minyak Dunia

Seperti distributor semen singa merah, Haris yang meminta permintaan para supir truk diturunkan lagi ke 45 persen.

Pasalnya kata Haris, pihaknya juga mengalami kesulitan penyesuaian harga semen karena tidak hanya biaya angkut, tapi juga ada biaya kapal dan lainnya.

"Tolong, kita minta pertimbangan naiknya pada angka 45 persen," pintanya.

Pantau TribunLombok.com, pembahasan naik turun tarif ini cukup alot karena para supir bertahan pada angka 50 persen saja.

Hingga akhirnya diambil jalan tengah, penyesuaian tarif pada angka 46,1 persen atau Rp1.667 per.

Tarif ini naik Rp525 per zak, dari tarif lama Rp1.141 per zak.

Sulistiawan menambahkan, rata-rata muatan mobil truk di pelabuhan untuk semen, pupuk dan jagung biasanya 200 zak.

Sehingga tarif untuk satu kali jalan, satu truk bisa mendapatkan penghasilan Rp333.400 per satu kali muat, dengan jarak pelabuhan - gudang.

"Tapi kami baru capai kesepakatan dengan distributor semen. Kalau distributor pupuk dan jagung, belum karena waktu. Kami akan jadwalkan ulang," pungkasnya.

Dalam pertemuan ini, distributor semen yang beredar di Kota Bima terlihat lengkap, tidak hanya semen singa merah.

Juga ada distributor semen toga roda, basowa, tonasa catur kencana sakti, tonasa nusa abadi dan distributor semen cons. (*)