Berita Bima

9 Pemuda di Bima Jadi Buronan Polisi Setelah Diduga Rudapaksa Seorang Gadis

Kapolsek Monta, Iptu Takim saat dikonfirmasi TribunLombok.com pada Kamis (4/8/2022) membenarkan adanya dugaan rudapaksa tersebut.

Penulis: Atina | Editor: Robbyan Abel Ramdhon
Tribun Jateng/Bram Kusuma
Ilustrasi pemerkosaan. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina

TRIBUNLOMBOK.COM, BIMA - Polisi kini memburu sembilan pemuda, yang diduga melakukan rudapaksa terhadap seorang gadis remaja.

Identitas sembilan terduga pelaku ini dilaporkan oleh orang tua korban setelah secara bergilir berbuat tidak senonoh terhadap korban, inisial J.

Informasi yang dihimpun, para terduga pelaku tidak hanya menyetubuhi korban secara paksa tapi juga membuat video, lalu disebarkan.

Kapolsek Monta, Iptu Takim saat dikonfirmasi TribunLombok.com pada Kamis (4/8/2022) membenarkan adanya dugaan rudapaksa tersebut.

Baca juga: Seusai Kopi Darat, Pelajar SMA di Bima Rudapaksa Gadis yang Dikenal Melalui Medsos

Namun ia membantah soal adanya video yang dibuat terduga pelaku dan disebarkan.

"Sudah saya klarifikasi dan saya cek videonya. Bukan video anak-anak ini sedang berbuat itu, tapi video di tempat lain dan terkait yang lain," tegasnya.

Hingga saat ini, para terduga pelaku masih dalam pencarian tim Polres Bima.

"Kasusnya sudah ditangani PPA Polres Bima. Yang jelas para terduga pelaku masih kami cari," tandanya.

Baca juga: Kasus Rudapaksa Muncul Lagi di Kota Bima, Korban Seorang Tunawicara

Ditanya kronologi, menurut Takim kejadian berawal pada Sabtu (30/7/2022) sekira pukul 22.30 WITA.

Saat itu bebernya, korban baru saja usai menonton MTQ yang digelar di Kecamatan Monta Kabupaten Bima.

Korban kemudian diajak jalan-jalan satu orang pelaku inisial AL, usia 18 tahun.

Namun korban dibawa ke sebuah rumah kosong di satu desa di Kecamatan Monta.

Baca juga: Seorang Nelayan Nekat Rudapaksa Anak Bawah Umur yang Berangkat Ngaji

“Saat dibawa ke rumah itu, ada 12 pemuda yang sedang nongkrong. 4 diantaranya remaja perempuan yakni inisial NT, YN, SH baru tamat SMA dan inisial CN, pelajar SMP,” sebut Takim.

Melihat banyak laki-laki lain, korban sempat merasa gugup.

Tetapi langsung ditarik paksa oleh pelaku AL dan dibawa masuk ke dalam rumah.

"Saat itu juga korban diperkosa secara bergilir," ungkap Takim.

Baca juga: Seorang Ayah Tega Rudapaksa Putri Kandung, Mengaku Tergoda Saat Nonton Televisi Bersama

Saat kejadian, korban hanya mengenali beberapa terduga pelaku, yaitu inisial AL yang membawanya.

Kemudian terduga pelaku lain inisial DY dan YN yang merupakan remaja perempuan.

Usai korban dirudapaksa, para pelaku kabur dan meninggalkan korban.

Korban pun menceritakan hal itu ke orangtuanya yang kemudian melapor ke Polsek Monta, Selasa (2/8/2022).

“Korban sudah kami arahkan untuk visum di RS Sondosia,” katanya.

Soal blokade jalan kata Takim, memang sempat dilakukan keluarga korban pada Rabu siang kemarin.

Blokade pun berlangsung lama, mulai pagi hingga sore pukul 17.00 WITA.

Namun akhirnya dibuka, setelah dilakukan pendekatan secara terus menerus.

Takim memastikan, pencarian pada terduga pelaku menjadi atensi aparat kepolisian.

"Saat ini situasi sudah kondusif. Setelah kami limpahkan ke Polres Bima, fokus pada pencarian lara terduga pelaku," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved