Penanganan Pasien JKN-KIS Cepat, Tidak Dibedakan dengan Pasien Umum

Zulmi pun mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan dan seluruh peserta JKN-KIS yang telah bergotong royong membantu yang membutuhkan perawatan

TRIBUNLOMBOK.COM/SIRTUPILLAILI
ILUSTRASI Salah seorang warga Kota Mataram menunjukkan kartu BPJS Kesehatannya. 

TRIBUNLOMBOK.COM – Seorang ibu pasti merasakan patah hati ketika melihat anaknya terbaring lemah karena sakit.

Safaras Zayan Akma (5), anak Zulmi yang sedang mendapat perawatan di rumah sakit karena menderita tifus kini berangsur-angsur membaik.

“Anak saya tiba-tiba demam tinggi dan terdapat ruam merah pada kulitnya. Segera saat itu saya membawa anak saya ke UGD rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan dokter dengan cepat. Benar saja, dokter langsung menyarankan untuk rawat inap karena dari hasil pemeriksaan, anak saya positif tifus. Syukurnya anak saya sudah memiliki kartu JKN-KIS, jadi saya merasa tenang memutuskan untuk rawat inap di rumah sakit,” ujar Zulmi, Senin (4/4/2022).

Baca juga: Skrining Riwayat Kesehatan Lewat Aplikasi Mobile JKN, Langkah Mudah Deteksi Dini Cegah Sakit Kronis

Zulmi tidak menyangka akan diperlakukan dengan baik di rumah sakit.

Sebab ada beberapa orang yang berkata bahwa menggunakan kartu JKN-KIS pelayanannya tidak baik.

“Katanya pelayanannya dibedakan dengan pasien umum. Ternyata hal itu tidak benar, buktinya anak saya diperlakukan dengan baik dan merasa nyaman. Jangan mudah percaya dengan apa yang dikatakan orang, sebelum kita merasakan langsung manfaatnya. Cuma JKN-KIS yang bisa menangggung biaya perawatan pesertanya tanpa melihat jenis penyakitnya. Saya bersyukur seluruh anak dan suami saya sudah terlindungi jaminan kesehatannya,” ungkap Zulmi.

Biaya perawatan Zayan tenyata cukup mahal, tidak sebanding dengan iuran yang telah dikeluarkan setiap bulannya.

Baca juga: BPJS Kesehatan Kian Mudahkan Peserta Akses Layanan di Fasilitas Kesehatan

Zulmi pun mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan dan seluruh peserta JKN-KIS yang telah bergotong royong membantu yang membutuhkan perawatan.

“Saya kaget waktu mengurus administrasi saat Zayan diperbolehkan pulang. Ternyata biaya yang dihabiskan cukup banyak, dan itu semua ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Kalau saya hitung-hitung, itu semua tidak sebanding dengan iuran yang selama ini saya bayarkan. Terima kasih BPJS kesehatan yang telah memberikan jaminan kesehatan yang luar biasa bagus. Terima kasih juga kepada seluruh peserta JKN-KIS, iuran yang anda bayarkan telah membantu menolong perawatan anak saya. Semoga BPJS Kesehatan tetap terus jaya dan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan jaminan kesehatan,” kata Zulmi.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved