Kamis, 28 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Dinkes NTB Beri Tips Cegah Hepatitis Akut pada Anak Berikut Cara Kenali Gejalanya

Kasus hepatitis akut yang menyerang anak usia 1 bulan hingga 16 tahun ini disebabkan usia anak merupakan kelompok yang masih rentan

Tayang:
Penulis: Patayatul Wahidah | Editor: Wahyu Widiyantoro
TRIBUNLOMBOK.COM/PATAYATUL WAHIDAH
Kepala Dinas Kesehatan NTB Lalu Hamzi Fikri 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Patayatul Wahidah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Lalu Hamzi Fikri menegaskan kasus hepatitis akut misterius yang terjadi pada anak tidak ada kaitannya dengan vaksinasi Covid-19.

“Ada yang mengatakan oh ini ada kaitannya sama vaksin, sudah ditegaskan bahwa ini tidak ada kaitannya dengan vaksinasi,” ungkap Fikri saat dihubungi TribunLombok.com, Sabtu (21/5/2022).

Kasus hepatitis akut yang menyerang anak usia 1 bulan hingga 16 tahun ini, kata Fikri, disebabkan usia anak merupakan kelompok yang masih rentan.

Baca juga: Aturan Penggunaan Masker Dilonggarkan, Dikes NTB Ingatkan Tetap Waspadai Hepatitis

Artinya, daya tahan tubuh anak-anak berbeda dengan orang dewasa.

Meskipun penyebab dari hepatitis akut misterius ini masih belum diketahui, tetapi Fikri mengingatkan untuk melakukan pencegahan dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Selain itu edukasi yang kuat dan tidak perlu terlalu panik berlebihan itu yang penting,” ujarnya.

Kebiasaan mencuci tangan yang dilakukan semasa pandemi Covid-19 dianjurkan untuk tetap dilakukan.

Sebab, hepatitis akut lebih kepada gangguan pada saluran pencernaan dan saluran pernapasan.

Lantas, mencuci tangan dan memastikan makanan yang dikonsumsi telah matang dan bersih menjadi upaya yang bisa dilakukan.

“Anak-anak juga diimbau di sekolah-sekolah itu, jangan jajan sembarangan atau bagusnya bawa makanan sendiri,” kata Fikri.

Tindakan ini dinilai baik dilakukan untuk memastikan kebersihan makanan dikonsumsi.

Fikri pun mengingatkan untuk mengenali gejala-gejala awal hepatitis akut berupa diare, mual, muntah, sakit perut dan demam ringan.

Baca juga: Hepatitis Akut Jadi Momok Baru, Dinkes NTB Ingatkan Warga Kenali Gejala Awal dan Lanjutan

“Jadi kalau ringan itu artinya bisa mengenali dan bisa menangani, jika tidak yakin bisa menangani sebaiknya periksakan diri,” jelasnya.

Lalu, gejala lanjutan dari hepatitis akut yakni air kencing yang berwarna seperti teh dan feses berwarna pucat.

“Yang terpenting jangan panik dan bawa pasien ke fasilitas kesehatan terdekat jadi jangan tunggu sampai gejala lanjutan itu muncul,” pungkasnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved