Aturan Penggunaan Masker Dilonggarkan, Dikes NTB Ingatkan Tetap Waspadai Hepatitis

Dinas Kesehatan NTBB mengingatkan masyarakat untuk tetap mewaspadai penyakit hepatitis akut.

Penulis: Patayatul Wahidah | Editor: Lalu Helmi
TRIBUNLOMBOK.COM/PATAYATUL WAHIDYAH
Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Kesling Dinas Kesehatan NTB Badarudin. 

Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Patayatul Wahidah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah melonggarkan penggunaan masker di luar ruangan akan tetapi Dinas Kesehatan NTBB mengingatkan masyarakat untuk tetap mewaspadai penyakit hepatitis akut.

Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Kesling Dinas Kesehatan NTB Badarudin mengatakan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) menemukan kasus dimana virus hepatitis akut ditemukan dalam darah.

Sehingga protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan mencuci tangan diupayakan tetap dilakukan meski kasus Covid-19 telah melandai.

Baca juga: Jokowi Izinkan Warga Lepas Masker di Luar Ruangan, Begini Tanggapan Warga NTB

Baca juga: Perbolehkan Masyarakat Lepas Masker di Ruang Terbuka, Jokowi: Kecuali yang Batuk Pilek dan Lain-lain

“Maka kita ikhtiarkan juga melalui protokol kesehatan seperti pada Covid karena memang ada penyakit yang ditularkan melalui saluran pernapasan,” kata Badar saat ditemui di Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Rabu 18 Mei 2022.

Badar mengingatkan pada masyarakat NTB untuk tetap waspada dan tidak panik dalam menghadapi virus hepatitis akut ini.

Penyakit hepatitis akut, kata Badar rentan terjadi pada anak usia 1 bulan hingga 16 tahun.

Sehingga bila merasakan atau sanak keluarga mengalami gejala hepatitis seperti mual, muntah, diare dianjurkan untuk segera dibawa ke fasilitas kesehatan.

Gejala lanjutan dari hepatitis akut ini yaitu mata dan kulit berwarna kuning, kencing berwarna pekat seperti teh dan feses yang berwarna pucat.

“Jangan sampai mengalami gejala lanjutan karena itu sesegera mungkin kita bawa ke layanan kesehatan yang bisa memberikan pertolongan lebih cepat,” ujarnya.

Pencegahan lain yang tidak kalah penting dengan tidak menggunakan alat makan secara bergantian.

10 kabupaten/kota di NTB pun telah berkomitmen untuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mencegah penularan hepatitis.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved