NTB
Hepatitis Akut Jadi Momok Baru, Dinkes NTB Ingatkan Warga Kenali Gejala Awal dan Lanjutan
Penulis: Patayatul Wahidah | Editor: Lalu Helmi
Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Patayatul Wahidah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Lalu Hamzi Fikri mengingatkan warga kenali gejala awal dan gejala lanjutan dari hepatitis akut.
Meskipun kasus positif hepatitis akut di NTB belum ditemui namun ia tetap meminta masyarakat agar sedari awal mulai mengenali gejala-gejala dari hepatitis misterius ini.
Sebab, semakin awal mendapatkan penanganan dokter maka semakin cepat pula pasien akan mendapatkan tindakan.
Baca juga: Kasus Hepatitis Akut di NTB Belum Ditemukan, Wagub NTB Tetap Ingatkan PHBS
Baca juga: Waspadai Hepatitis Akut, Pemerintah Kabupaten Bima Minta Warga Tak Makan di Luar Rumah
Adapun gejala awal dari hepatitis akut misterius ditandai dengan mual, muntah sakit perut, diare, dan terkadang disertai dengan demam ringan.
Gejala lanjutan dari hepatitis akut yakni air kencing yang berwarna pekat seperti teh.
Lalu, warna feses yang berwarna putih pucat.
“Kemudian mata menguning, kulit menguning, ada gangguan pembekuan darah dan kejang serta kesadaran mulai menurun,” jelas Fikri di Mataram, Kamis 12 Mei 2022.
Fikri menekankan untuk segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang telah disebutkan tersebut seperti diare ringan atau berat dan disertai dengan demam.
Kemudian yang terpenting pasien dianjurkan jangan panik saat mengalami gejala-gejala tersebut.
“Segera periksakan ke dokter jadi jangan menunggu gejala lanjutan itu muncul,” tegasnya.
Untuk informasi, kasus hepatitis akut pertama kali dilaporkan pada 5 April 2022 di Inggris.
Dilanjutkan 8 April 2022 beberapa negara lain melaporkan kasus serupa.
Kemudian 15 April 2022, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan kasus ini sebagai kejadian luar biasa.
Dalam kurun waktu 16 hingga 30 April 2022 ditemukan tiga dugaan kasus hepatitis akut pada anak terjadi di Indonesia.
Sementara untuk di NTB, dijelaskan Fikri penemuan kasus positif hepatitis akut masih nihil.
Hingga saat ini pihaknya baru menerima laporan terkait gejala yang mirip dengan hepatitis akut.
Akan tetapi setelah dilakukan pemeriksaan, gejala tersebut lebih mengarah pada demam berdarah dan diare biasa.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Kesehatan-NTB-Lalu-Hamzi-Fikri-di-Mataram-Kamis-12-Mei-2022.jpg)