Wagub NTB: Mahasiswa KKN Jangan Hanya Buat Tugu, tapi Harus Mampu Jawab Persoalan Krusial Masyarakat

Jadi KKN kita sekarang di NTB ini tidak bicara, misalnya orang KKN katakanlah bikin tugu, fisik yang kelihatan instan tapi

Penulis: Patayatul Wahidah | Editor: Lalu Helmi
TRIBUNLOMBOK.COM/PATAYATULWAHIDAH
Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalillah saat mengikuti kegiatan pelatihan pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan sosialisasi bahaya pernikahan anak di Universitas Muhammadiyah Mataram, Selasa 17 Mei 2022. 

Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Patayatul Wahidah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang selama ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat diharapkan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Sitti Rohmi Djalillah tidak sekedar dalam bentuk perubahan fisik seperti membangun tugu.

Namun, Ummi Rohmi sapaan akrabnya ingin agar program KKN yang dilakukan mahasiswa bisa memberikan solusi dari persoalan krusial yang ada di NTB.

“Jadi KKN kita sekarang di NTB ini tidak bicara, misalnya orang KKN katakanlah bikin tugu, fisik yang kelihatan instan tapi sekarang KKN kita di NTB ini lebih kepada kegiatan edukasi,” kata Ummi Rohmi saat membuka kegiatan pelatihan pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan sosialisasi bahaya pernikahan anak di Universitas Muhammadiyah Mataram, Selasa 17 Mei 2022.

Persoalan terkait sampah, tindak pidana perdagangan orang, perkawinan anak, stunting disebut Wagub Rohmi merupakan persoalan yang perlu dilakukan tindakan persuasif melalui edukasi.

Baca juga: Kekeringan, HBK PEDULI Genjot Suplai Air Bersih Gratis Bantu Warga Terdampak di Pulau Lombok

Baca juga: Wagub Rohmi: Pencegahan Perdagangan Orang di NTB Butuh Sinergi

Baca juga: Didorong Maju Jadi Calon Gubernur NTB pada Pilkada 2024, Rohmi: Kita Kaji

Mahasiswa diharapkan dapat memberikan edukasi sehingga semua masyarakat memiliki pemahaman terkait persoalan tersebut.

Sering kali, masyarakat justru belum memahami mengapa ada larangan pernikahan anak, prosedur PMI dan persoalan lain.

Sehingga mengakibatkan mereka acuh terkait kondisi tersebut.

Rohmi meyakini kondisi tersebut mampu diubah melalui proses edukasi yang dilakukan selain pemerintah juga oleh pemuda.

“Ini semua membuat kita optimis bahwa anak-anak muda kita hebat-hebat, luar biasa dan kita sangat berharap mereka menjadi generasi yang tahu betul cara menghadapi masa depan,” pungkasnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved