Breaking News:

Polresta Mataram Hentikan 15 Kasus Pencurian Melalui Restorative Justice

Polresta Mataram menghentikan penanganan 15 kasus pencurian melalui mekanisme restorative justice

Penulis: Sirtupillaili | Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Dok. Polresta Mataram
DAMAI: Penandatanganan berita acara perdamaian dan proses penyelesaian kasus melalui restorative justice, di markas Polresta Mataram, Kamis (18/3/2021).  

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Polresta Mataram menghentikan penanganan 15 kasus pencurian melalui mekanisme restorative justice (RJ). 

Kasus yang dihentikan merupakan tindak pidana pencurian hasil pengungkapan Operasi Jaran Rinjani 2021, dari tanggal 1-14 Maret. 

Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi menjelaskan, dari 112 kasus pencurian yang diungkap selama operasi tersebut, 15 kasus dihentikan melalui mekanisme RJ. 

Baca juga: Koalisi Anti Kekerasan Seksual Minta Kapolri Atensi Kasus Pencabulan Anak Kandung di NTB

"15 kasus kita hentikan penanganannya dan tidak kita lanjutkan,’’ ungkap Kombes Pol Heri Wahyudi, dalam keterangan persnya, Kamis (18/3/2021). 

Mekanisme restorative justice diupayakan berdasarkan Surat Edaran Kapolri Nomor 8/VII/2018 tentang penerapan Keadilan Restoratif (Restorative Justice). 

Tonton Juga :

Penerapan mekanisme tidak sembarangan karena harus memenuhi syarat materil maupun syarat formil. 

Di antaranya, barang bukti tindak pidana yang dilakukan nilainya kurang dari Rp 2,5 juta. 

Baca juga: PBH Mangandar Pertanyakan Perlakuan Istimewa Tersangka Pencabulan Anak Kandung

Berikutnya ada pengakuan dari pelaku tentang kejahatan yang dilakukan. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved