Breaking News:

Koalisi Anti Kekerasan Seksual Minta Kapolri Atensi Kasus Pencabulan Anak Kandung di NTB

Koalisi Anti Kekerasan Seksual Terhadap Anak NTB mendorong Kapolda NTB dan Kapolresta Mataram menuntaskan kasus pencabulan anak kandung

Penulis: Sirtupillaili | Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
TribunLombok.com/Sirtupillaili
AA (65), mantan anggota DPRD NTB, tersangka pelecehan seksual terhadap anak kandung saat sesi keterangan pers, di markas Polresta Mataram. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Koalisi Anti Kekerasan Seksual Terhadap Anak Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong Kapolda NTB dan Kapolresta Mataram menuntaskan kasus pencabulan anak kandung, dengan tersangka AA (65), mantan anggota DPRD NTB.

”Selesaikan kasus tersangka AA secara efektif dan tuntas. Serta menutup peluang penghentian perkara melalui Restorative Justice,” tegas Syamsul Hidayat, ahli hukum pidana Fakultas Hukum Universitas Mataram, anggota koalisi, dalam pernyataan sikap, Kamis (18/3/2021).

Koalisi Anti Kekerasan Seksual Terhadap Anak di NTB terdiri hampir seluruh organisasi penggiat perlindungan anak dan isu kemanusiaan di NTB.

Baca juga: PBH Mangandar Pertanyakan Perlakuan Istimewa Tersangka Pencabulan Anak Kandung

Juga didukung Dinas Pemberdayaan Perempuan, Pelindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) NTB, UPTD PPA dan DP3A Kota Mataram.

Tonton Juga :

Selain mendorong kepolisian menyelesaikan kasus sampai tuntas, koalisi juga mendesak Polresta Mataram segera mencabut status penangguhan penahanan tersangka AA.

Baca juga: Mantan DPRD NTB Lecehkan Anak Kandung, Pengacara Korban Dorong Selesaikan Lewat Restorative Justice

Koalisi menilai, karena tersangka dan korban memiliki hubungan keluarga, hal itu dapat menimbulkan tekanan kepada korban dan mempengaruhi keluarga korban.

Sehingga memberi kesempatan kepada tersangka menghilangkan barang bukti.

Tersangka bisa saja mengulangi perbuatannya dan melarikan diri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved