Breaking News:

Ayah Paksa Anak Berhubungan Badan dengan Orang Gila, Ternyata Pelaku Sudah Buat sang Putri Hamil

Ironisnya, pelaku kemudian memaksa korban berhubungan badan dengan orang gila, untuk menutupi aibnya sendiri

News Law
Ilustrasi pelecehan pada anak - Ironisnya, pelaku kemudian memaksa korban berhubungan badan dengan orang gila, untuk menutupi aibnya sendiri 

TRIBUNLOMBOK.COM - Seorang ayah berinisial AH (55) tega perkosa anak kandungnya yang masih berusia 14 tahun hingga hamil.

Ironisnya, pelaku kemudian memaksa korban berhubungan badan dengan orang gila.

Hal itu bertujuan agar menghilangkan jejak pelaku.

Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Subbagian Humas Polres Bima Kota, Iptu Ridwan mengatakan, tersangka AH telah berulang kali merudapaksa anaknya.

Kasus rudapaksa itu diketahui setelah korban hamil.

"Terakhir kali dilakukan pada 16 Februari 2021. Saat itu dia melukakan aksinya di dalam rumah kosong milik warga," kata Iptu Ridwan saat dihubungi Kompas.com, Rabu (17/02/2021).

Baca juga: Gadis 15 Tahun Bunuh Pria yang Berusaha Memperkosanya, Kini jadi Tersangka Lalu Bagaimana Nasibnya?

Baca juga: Terseret Narkoba, Ini Sumber Kekayaan Jennifer Jill: Bisnis Almarhum Suami hingga Rumah Rp 100 M

Baca juga: Lays, Cheetos, dan Doritos akan Berhenti Diproduksi di Indonesia per Agustus 2021

Berdasarkan keterangan korban, aksi itu bermula ketika 2019. Saat itu, korban masih duduk di bangku kelas 2 Madrasah Tsanawiyah.

Ilustrasi pelecehan pada anak - ayah tega cabuli anak kandung padahal makam istri belum kering sepenuhnya
Ilustrasi pelecehan pada anak  (News Law)

"Terlapor terus menerus melakukan rudapaksa terhadap korban, sampai akhirnya sekitar bulan September 2020 korban tidak haid lagi," kata dia.

Kasus itu terungkap saat korban bercerita kepada pelaku tentang kondisinya yang tak lagi haid.

Halaman
12
Editor: wulanndari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved