Breaking News:

BBPOM di Mataram Gagalkan Peredaran 27.545 Tablet Obat Palsu

BBPOM) di Mataram bersama Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) gagalkan peredaran 27.545 tablet obat palsu di wilayah NTB.

TribunLombok.com/Sirtupillaili
OBAT PALSU: Kepala BBPOM di Mataram Drs Zulkifli (tengah) menunjukkan obat-obat palsu hasil operasi, saat keterangan pers, di kantor BBPOM Mataram, Selasa (15/12/2020). 

Total 22.500 tablet dengan nilai Rp 137,5 juta di lokasi pertama.

Operasi kedua dilakukan di salah satu ekspedisi di Kelurahan Pagesangan, Kota Mataram, Senin (14/12/2020).

Petugas menangkap pemilik berinisial AR, warga Perumnas, Tanjung Karang, Kota Mataram.

”Dia tertangkap tangan sedang menerima paket dari ekspedisi, setelah digeledah ditemukan obat ilegal atau tanpa ijin edar,” jelasnya .

Obat palsu itu berupa Trihexyphenidil tablet 2 mg sebanyak 330 strip atau 3.300 tablet.

Kemudian Tramadol HCl 50 mg 131 tablet, dan Tradosik 4 tablet.

Dari lokasi kedua, total 3.435 tablet dengan nilai ekonomi Rp 17,85 juta disita petugas.

Dilanjutkan operasi ketiga di jasa ekspedisi wilayah Aikmel, Lombok Timur.

Setelah dilakukan pengintaian selama dua hari, 14-15 Desember 2020, pemilik berinisial SU, warga Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur ditangkap saat mengambil paket.

Dari tangan SU, petugas menyita Trihexyphenidil 2 mg sebanyak 160 strip atau 1.600 tablet dan Tramadol HCl 50 mg sebanyak 10 tablet.

Baca juga: Potensi Lakalantas Akibat Cuaca Esktrem Tinggi, Polda NTB: Hati-hati Terutama saat Hujan

Halaman
123
Penulis: Sirtupillaili
Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved