Breaking News:

BBPOM di Mataram Gagalkan Peredaran 27.545 Tablet Obat Palsu

BBPOM) di Mataram bersama Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) gagalkan peredaran 27.545 tablet obat palsu di wilayah NTB.

TribunLombok.com/Sirtupillaili
OBAT PALSU: Kepala BBPOM di Mataram Drs Zulkifli (tengah) menunjukkan obat-obat palsu hasil operasi, saat keterangan pers, di kantor BBPOM Mataram, Selasa (15/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram bersama Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) gagalkan peredaran 27.545 tablet obat palsu di wilayah NTB.

Obat-obat palsu jenis Tramadol, Trihexyphenidil, dan Tradosik itu ditaksir memiliki nilai ekonomi Rp 163,4 juta lebih.

Kepala BBPOM di Mataram Drs Zulkifli menjelaskan, semua obat-obatan tersebut merupakan hasil operasi di tiga lokasi berbeda, sejak 12-15 Desember 2020.

”Operasi digelar dalam rangka melindungi masyarakat NTB dari peredaran produk obat dan makanan illegal,” kata Zulkifli, dalam keterangan pers, di kantor BBPOM di Mataram, Selasa (15/12/2020).

Operasi pertama dilakukan di Desa Pengenjek, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu (12/12/2020).

Dalam operasi ini petugas menagkap penerima paket berinisial RJ, warga Desa Pengenjek, Lombok Tengah.

”Setelah paket dibuka diduga isinya obat palsu merek Tramadol Hcl dan Trihexyphenidil,” ungkapnya.

Baca juga: Bos Resto dan Karyawan Bikin Hoax tentang Perampokan di NTB, Minta Maaf Setelah Ceritanya Viral

Baca juga: Hendak Rebut Senjata Polisi, Buronan Curanmor di Bima Ditembak

Dari operasi ini petugas menyita barang bukti berupa tablet Tramadol Hcl 50 mg, sebayak 500 strip atau 5.000 tablet.

Kemudian tablet Trihexyphenidil 2 mg sebanyak 1.750 strip atau 17.500 tablet.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved