Breaking News:

Hindari Kebocoran Pajak di Bima, KPK Dorong Pemda Terapkan Sistem Online

KPK mendorong pemasangan alat rekam pajak online (tapping box device) di kabupaten dan kota Bima.

net
ILustrasi pajak 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong pemasangan alat rekam pajak online (tapping box device) di kabupaten dan kota Bima.

"Ini dalam rangka mendongkrak penerimaan asli daerah (PAD) sektor pajak," kata Koordinator Wilayah III KPK Aida Ratna Zulaiha, dalam rilis yang diterima, Sabtu (28/11/2020).

Sehari sebelumnya, KPK menggelar rapat evaluasi khusus dengan Pemerintah Kabupaten Bima (Pemkab) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bima, di ruang rapat Sekda Kota Bima.

Aida menyarankan, sosialisasi pajak digencat.

Utamanya bagi pengelola hotel, restoran, dan tempat hiburan.

Ditekankan kepada wajib pajak agar membayar pajak sebesar 10 persen untuk pajak hotel, restoran, dan parkir.

Sementara pajak hiburan 25 persen disetorkan ke badan pendapatan daerah.

Baca juga: Wagub NTB Minta Pengolahan Sampah Jadi Bahan Bakar Pembangkit Listrik Lebih Gencar Tahun Depan

"Kewajiban membayar pajak ini tidak mengurangi pendapatan usaha mereka karena nilai yang dipungut tersebut dibebankan kepada konsumen," katanya.

Disisi lain, sosialisasi kepada konsumen juga perlu untuk meningkatkan kepatuhan konsumen dalam membayar pajak.

Halaman
123
Penulis: Sirtupillaili
Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved