Opini
Refleksi MBG Jelang Lebaran di NTB
Temuan Ombudsman NTB di Lombok menjadi alarm yang lebih keras karena menyentuh aspek sistemik pada program MBG.
Program MBG akan kembali beroperasi pada 31 Maret 2026 dengan skala lebih besar. Ini adalah kesempatan untuk memulai dengan sistem yang lebih baik. Lima hal mendesak yang tidak bisa ditunda: Perjelas kewenangan pengawasan antara pusat dan daerah; Cabut larangan guru memposting menu bermasalah karena transparansi adalah obat, bukan ancaman; Lakukan audit rantai pasok secara berkala dan hasilnya dipublikasikan; Usut tuntas secara hukum dugaan pemaksaan distribusi bahan tidak layak yang diungkap Ombudsman; dan Percepat pemenuhan standar IPAL serta sertifikasi higiene untuk seluruh SPPG dan bagi yang belum memenuhi syarat tidak boleh beroperasi.
Akhir kata, momen Idulfitri adalah waktu untuk syukur, memaafkan, dan memulai yang baru.Tetapi masalah sistemik dalam program MBG tidak bisa luput dan tidak ikut libur, ia menunggu di dapur-dapur yang akan kembali menyala pada akhir Maret nanti.
Anak-anak penerima manfaat, dari Lombok hingga Bima, berhak atas jawaban yang nyata: bukan sekadar janji perbaikan, bukan konsolidasi yang berakhir di ruang rapat, dan bukan larangan memposting foto makanan busuk. Mereka berhak atas makanan yang bergizi, bersih, dan disajikan dengan standar yang tidak bisa ditawar. Itu janji program ini sejak hari pertama. Sudah saatnya janji itu benar-benar ditunaikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/MBG-PAUD.jpg)