Kasus Korupsi NCC

TGB Ngaku Lalai dalam Memantau Proses Pembangunan NCC

TGB mengaku tidak pernah meninjau lokasi pembangunan NCC sejak kesepakatan PKS pada 2016 hingga akhir masa jabatannya 2018.

Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Idham Khalid
RIBUNLOMBOK.COM/ ROBBY FIRMANSYAH
KORUPSI NCC - Mantan Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi saat ditemui usai persidangan, di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram, Jumat (29/8/2025).  

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) HM Zainul Majdi, memberikan kesaksian di dalam persidangan Kasus Dugaan Korupsi NTB Conventions Center (NCC). 

Dalam kesaksiannya itu, TGB mengatakan, sejak penandatanganan perjanjian kerjasama (PKS) antara Pemprov NTB dengan PT Lombok Plaza tahun 2016, ia tidak pernah meninjau lokasi pembangunan NCC hingga akhir masa jabatannya 2018.

"Dari 2016 mulai ditandatangani kesepakatan, sampai 2018 saya tidak pernah meninjau dan saya tidak memperhatikan," kata TGB di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor Mataram, Jumat (29/8/2025). 

Alasan lain yang membuat TGB tidak memperhatikan pembangunan NCC ini, karena pada tahun 2018 juga terjadi gempa dahsyat yang mengguncang seluruh wilayah Lombok.

"Pertama tidak ada laporan terkait perkembangannya, kemudian saya tidak memperhatikan itu," kata TGB

Karena tidak ada laporan yang disampaikan oleh bawahannya pada saat itu, TGB merasa tidak ada masalah dalam pembangunan ini. Sehingga dia juga tidak menanyakan terkait perkembangan proyek ini. 

Baca juga: Kesaksian TGB pada Kasus NCC, Tak Tahu soal RAB Rp12 Miliar hingga Tak Ada Uang Daerah Keluar

Mantan politisi Partai Perindo itu mengatakan, dengan adanya kasus ini ia merasa kecewa. Proyek yang seharusnya menjadi penyumbang pendapatan untuk daerah, kini membuatnya ikut terseret di persidangan. 

"Kecewa pasti, sedikit tidak terbawa-bawa akhirnya padahal kita ingin semua proses baik-baik saja," kata TGB

TGB juga mengakui dirinya lalai karena tidak mengawal pembangunan ini, dan setelah hampir tujuh tahun barulah muncul masalah. 

"Saya berharap ada keadilan disini, kalau saya pribadi ini kelalaian mungkin, saya tidak berani ngomong apa-apa," pungkasnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved