Tragedi di Makassar dan Solo: 3 Orang Tewas Akibat Gedung DPRD Terbakar, Ambulans Diserang Aparat
Insiden 29 Agustus 2025: Api hanguskan DPRD Makassar hingga 3 tewas, di Solo pengawal dan sopir ambulans jadi korban kekerasan aparat
Mereka adalah Raditya Bagas Nugroho Adi, pengawal ambulans, dan Dika, sopir ambulans.
Keduanya mengaku mendapat perlakuan kasar dari oknum Brimob saat hendak mengevakuasi korban gas air mata.
Raditya menjelaskan bahwa dirinya dihentikan secara tiba-tiba, dipukul, ditendang, bahkan motornya dirusak.
Saat berusaha berlindung ke ambulans, ia tetap dikejar dan dipukul. Dika yang mencoba menolong justru ikut terkena pukulan di bagian kepala hingga mengalami luka bocor.
Kedua korban akhirnya berhasil diamankan rekan-rekannya dan dilarikan ke rumah sakit berbeda, Raditya ke RS Panti Waluyo Solo, sementara Dika ke RS PKU Muhammadiyah Solo.
Raditya menyayangkan tindakan aparat yang menurutnya berlebihan. “Saya dituduh provokator, padahal hanya bertugas membuka jalan untuk ambulans. Motor saya pun hilang setelah kejadian,” ujarnya dengan nada kecewa seperti dikutip dari TribunSolo.
(TribunTimur/ TribunSolo)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.