Aplikasi Reviu MBG Jadi Parameter Penilaian Langsung di Lapangan
Aplikasi Reviu MBG dioperasikan orang-orang yang berada paling dekat dengan proses distribusi
Prioritas saat ini adalah membangun budaya evaluasi dan mendorong kesadaran kolektif seluruh pelaksana program.
"Belum ada sanksi. Saat ini fokusnya membangun kesadaran dulu. Kalau kesadaran sudah meningkat, diharapkan tidak perlu sampai ada sanksi," kata Sony.
Dashboard Publik Dua Minggu Lagi
Inovasi berikutnya yang tengah disiapkan BGN adalah pengembangan dashboard pemantauan yang dapat diakses oleh masyarakat luas.
Melalui platform tersebut, publik nantinya dapat melihat secara langsung data persentase keterlambatan distribusi, tingkat kualitas aroma makanan, serta berbagai indikator pelaksanaan MBG di seluruh wilayah Indonesia.
"Insya Allah dua minggu ke depan masyarakat sudah bisa melihat persentase keterlambatan, persentase aroma baik atau tidak baik, melalui dashboard yang kami siapkan," ujar Sony.
BGN juga memastikan bahwa dalam tahap awal ini, aplikasi Reviu MBG belum melibatkan lembaga pengawasan pangan eksternal seperti BPOM, karena sifat penilaiannya adalah evaluasi langsung berbasis persepsi penerima manfaat di lapangan bukan uji laboratorium formal.
Melalui kombinasi pengawasan digital berbasis partisipasi dan transparansi data publik, BGN berharap seluruh pelaksana MBG semakin terpacu untuk menjaga standar kualitas secara konsisten, sehingga insiden makanan tidak layak konsumsi yang pernah terjadi sebelumnya tidak terulang kembali.
(*)
| Efisiensi MBG: Distribusi Dipangkas Jadi 5 Hari, Sistem Bundling Dihapus |
|
|---|
| Guru-Kepala Posyandu Bisa Awasi dan Beri Nilai Menu MBG Lewat Aplikasi |
|
|---|
| 1.152 Dapur MBG Masih Dalam Status Penghentian Operasional Sementara |
|
|---|
| NTB Siap Perluas Cakupan Program Makan Bergizi Gratis |
|
|---|
| Program MBG Tidak Bagikan Susu Formula Bayi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/SEKOLAH-BELUM-DAPAT-MBG-DI-LOTIM.jpg)