Penemuan Mayat Mahasiswi KSB
Kasus Mahasiswi Tewas di Kos Mataram, Pemdes Beru Desak Pengusutan Maksimal
Pemdes Beru meminta polisi mengusut tuntas kematian mahasiswi Unram asal KSB yang ditemukan tewas di kamar kos di Mataram.
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Idham Khalid
Ringkasan Berita:
- Pemdes Beru meminta polisi mengusut tuntas kematian mahasiswi Unram asal KSB yang ditemukan tewas di kamar kos di Mataram.
- Polisi telah memeriksa 12 saksi dan menerjunkan anjing pelacak K-9 untuk mengumpulkan bukti tambahan.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, SUMBAWA BARAT - Pemerintah Desa Beru, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan seorang mahasiswi yang terjadi di Mataram.
Sebelumnya seorang mahasiswi ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kosnya di wilayah Gomong, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, pada Minggu (17/5/2026) malam.
Permintaan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Desa Beru, Joehari Effendy, sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah desa terhadap keamanan warganya.
"Sampai saat ini kami menunggu rilis resmi dari kepolisian. Kami mengimbau kepada seluruh warga agar tetap tenang dan memfilter semua isu yang beredar, sampai adanya pemberitaan resmi," ujar Joehari saat dihubungi pada Sabtu (23/5/2026).
Meski peristiwa tragis tersebut sempat mengguncang warga, Joehari menyebutkan bahwa kondisi wilayah Desa Beru saat ini masih dalam situasi kondusif.
"Alhamdulillah, wilayah kami saat ini masih dalam keadaan kondusif," tambahnya.
Ia dan pemerintah desa menegaskan sikapnya untuk menyerahkan sepenuhnya segala bentuk kewenangan hukum kepada pihak berwajib.
"Kami atas nama Pemerintah Desa Beru menyerahkan sepenuhnya segala bentuk kewenangan hukum kepada pihak berwajib," tegas Joehari.
Joehari juga menyatakan keyakinannya bahwa kepolisian akan bekerja maksimal dalam mengungkap kasus yang menimpa warganya sendiri.
"Kami harap semua bentuk spekulasi akan menjadi terang dan jelas," katanya.
Baca juga: Kasus Perkelahian Berujung Maut di Mataram Diduga Dipicu Masalah Utang
Sementara itu, terkait rencana tindak lanjut dari pemerintah desa, Joehari mengaku hingga saat ini belum memiliki rencana apa pun, ketika proses pengungkapan pelaku terhadap warganya ini tidak sepenuhnya diusut oleh kepolisian.
"Kami belum memiliki rencana apapun saat ini, karena kami yakin bahwa pihak kepolisian akan maksimal mengusut kasus warga kami ini," terangnya
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi serta selalu mengedepankan ketenangan hingga hasil penyelidikan resmi dari kepolisian diumumkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/PENEMUAN-MAYAT-MAHASISWI-DI-MATARAM-2026.jpg)