Rumah sakit dan Faskes Diminta Waspada Campak
Berdasarkan data hingga minggu ke-11 tahun 2026, tercatat sebanyak 58 KLB campak di 39 kabupaten/kota yang tersebar di 14 provinsi
6. Sakit dan nyeri
7. Tidak ada selera makan
8. Diare atau dan muntah-muntah
9. Bercak kecil berwarna putih keabu-abuan di mulut dan tenggorokan
Faktor Risiko
1. Bayi di bawah usia 12 bulan yang tidak diimunisasi campak
2. Anak yang tinggal di area padat penduduk
3. Bayi yang tidak mendapat asi eksklusif
4. Perjalanan ke suatu wilayah dengan tingkat campak tinggi
5. Kekurangan vitamin A
Penularan
Virus campak mudah menularkan penyakit. Virulensinya sangat tinggi terutama pada anak yang rentan dengan kontak keluarga sehingga hampir anak rentan tertular.
Campak ditularkan melalui droplet di udara oleh pasien sejak 1 hari sebelum timbulnya gejala klinis sampai 4 hari sesudah munculnya ruam.
Ibu yang pernah menderita campak akan menurunkan kekebalannya pada janin yang dikandungnya melalui plasenta dan kekebalan ini bisa bertahan sampai bayi berusia 4 - 6 bulan.
Pada usia 9 bulan bayi diharapkan membentuk antibodinya sendiri secara aktif setelah menerima vaksinasi campak.
Dalam waktu 12 hari setelah infeksi campak sampai puncak sekitar 21 hari, igM akan terbentuk dan cepat menghilang untuk kemudian digantikan oleh igG.
Cakupan imunisasi campak menyebabkan kekebalan kelompok (Herd Immunity) yang akan menyebabkan penurunan kasus campak di masyarakat.
Komplikasi
| Status KLB Campak Dicabut, Dinas Kesehatan NTB Siagakan Ratusan Intel Kesehatan |
|
|---|
| Petugas Kesehatan Haji NTB Pantau Intensif Jemaah dari Zona KLB Campak Cegah Penularan di Tanah Suci |
|
|---|
| Label Nutrisi pada Minuman Berpemanis, Cek Arti Level A Sampai D |
|
|---|
| Nakes di 14 Provinsi Dapat Prioritas Vaksinasi Campak |
|
|---|
| Nakes Bisa Kerja ke Luar Negeri, Cari Info Lowongan di Migrant Career Center |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/IGD-Rumah-Sakit-Provinsi-NTB.jpg)