Pesan Ramadan
Puasa dan Komunikasi Empatik
Karena komunikasi membutuhkan chemistry dengan mitra maka profiling terhadap mereka (mitra komunikasi) menjadi keniscayaan.
Komunikasi empatik ditandai dengan kesediaan menjadi pendengar aktif sembari memberi perhatian penuh kepada orang lain saat mereka menyampaikan pesan. Kritik dan tuduhan selalu dihindari oleh komunikator empatik karena mereka fokus pada memahami perasaan dan kebutuhan orang lain, bukan mengkritik atau menuduhnya.
Aktor komunikasi empatik juga akan selalu menggunakan bahasa yang positif dan mendukung untuk membuat orang lain merasa didengar dan dipahami. Tips komunikasi empatik seperti ini akan berkontribusi bagi peningkatan hubungan sosial yang sehat dan harmonis, mengurangi konflik dan stress, serta membantu meningkatkan kesejahteraan emosional dan kebahagiaan.
Jika kita sepakat bahwa puasa menjadi momentum membangun tradisi komunikasi empatik maka kita harus berikrar bahwa komunikasi empatik tidak boleh menjadi tradisi tahunan penemani ibadah puasa saja, tetapi akan dijadikan sebagai tradisi komunikasi yang terus dipraktekkan sehingga bisa memberi kontribusi bagi terciptanya harmoni sosial di tengah dinamika kehidupan yang kian kompleks.
Karena komunikasi empatik bermanfaat secara personal dan sosial maka siapa pun yang membutuhkan ketenangan individual dan kenyamanan sosial maka pasti memerlukan komunikasi empatik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Kadri-Prof.jpg)