Jumat, 29 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Keluhan Wisatawan Asing, Destinasi Cantik Tapi Banyak Sampah Plastik

Valereo meminta kepada pemuda dan pelaku wisata untuk lebih serius mengurangi penggunaan plastik tersebut.

Tayang:
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Sirtupillaili
TRIBUNLOMBOK.COM/Rozi Anwar
LINGKUNGAN - Dua orang wisatawan asing Valerio dan Mireia saat berkunjung ke wisata agro Kakao Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur, NTB pada Kamis (28/5/2026). Mereka sangat menikmati pemandangan alam di Indonesia, tapi menyayangkan masih banyak sampah plastik. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Pemandangan alam Nusa Tenggara Barat (NTB) yang eksotis masih menjadi daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara. 

Keluhan tersebut selalu disampaikan setiap perbincangannya bersama pemuda-pemuda di wilayah Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur.

Sejumlah wisatawan asing menyampaikan kekecewaannya secara langsung hingga mendokumentasikan di handphone miliknya . 

"Enak kita di Lombok ini, tapi satu kekurangannya banyak sampah pelastik," kata Valerio, turis asal Itali yang berkunjung ke Wisata Agro Kakao Bebidas, pada Kamis (28/5/2026).

Valerio meminta kepada pemuda dan pelaku wisata untuk lebih serius mengurangi penggunaan plastik tersebut. Ia juga meminta kepada masyarakat untuk mempunyai kesadaran sendiri untuk penggunaan pelastik.

"Pelastik ini masalah dunia, jadi kami sebagai pemuda harus mengedukasi masyarakat dan pemuda lain untuk sadar dengan mengurangi pelastik," ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan oleh Mireia dari Sepanyol. Ia mengaku kaget melihat tumpukan sampah plastik di beberapa sudut dan juga di sungai yang berada di pusat kota NTB.

"Kalau soal pemandangan dan sosialnya sangat menarik, tapi plastik merusak pemandangan di sini. Kurangi plastik sekarang," tegasnya.

Baca juga: Mahasiswa Doktor IPB Internasional Bali Riset Potensi Wisata di Batu Kumbung

Mireia mengaku hampir semua destinasi wisata sudah dikunjungi di Indonesia seperti Bali, Papua, dan Lombok. Permasalahannya hampir sama yakni soal sampah pelastik. 

Ia menceritakan saat dirinya berwisata ke Raja Ampat Papua banyak sampah pelastik ditemukan, padahal wisatawan membayar uang kebersihan hingga 70 euro atau Rp 1,4 juta per orang.

"Kalau sudah segini bayarnya seharusnya bersih di sana, saya bingung kemana uang kebersihan itu," tutur Mireia.

Para wisatawan ini juga menyarankan untuk mengedukasi masyarakat untuk mengurangi kemasan pelastik digunakan. 

Selain itu, mereka mendorong pemerintah membuat aturan agar mengurangi pelastik di Indonesia.

"Harus terlibat pemerintah terkait aturan agar dibuat biar masyarakat tidak menggunakan pelastik juga memberikan edukasi kepada masyarakat," tutupnya.

Harus diakui sampah-sampah plastik memang banyak mengotori destinasi wisata di NTB. Hal ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama dan membutuhkan kerja sama semua pihak.

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved