Keluhan Wisatawan Asing, Destinasi Cantik Tapi Banyak Sampah Plastik
Valereo meminta kepada pemuda dan pelaku wisata untuk lebih serius mengurangi penggunaan plastik tersebut.
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Sirtupillaili
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Pemandangan alam Nusa Tenggara Barat (NTB) yang eksotis masih menjadi daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara.
Keluhan tersebut selalu disampaikan setiap perbincangannya bersama pemuda-pemuda di wilayah Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur.
Sejumlah wisatawan asing menyampaikan kekecewaannya secara langsung hingga mendokumentasikan di handphone miliknya .
"Enak kita di Lombok ini, tapi satu kekurangannya banyak sampah pelastik," kata Valerio, turis asal Itali yang berkunjung ke Wisata Agro Kakao Bebidas, pada Kamis (28/5/2026).
Valerio meminta kepada pemuda dan pelaku wisata untuk lebih serius mengurangi penggunaan plastik tersebut. Ia juga meminta kepada masyarakat untuk mempunyai kesadaran sendiri untuk penggunaan pelastik.
"Pelastik ini masalah dunia, jadi kami sebagai pemuda harus mengedukasi masyarakat dan pemuda lain untuk sadar dengan mengurangi pelastik," ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan oleh Mireia dari Sepanyol. Ia mengaku kaget melihat tumpukan sampah plastik di beberapa sudut dan juga di sungai yang berada di pusat kota NTB.
"Kalau soal pemandangan dan sosialnya sangat menarik, tapi plastik merusak pemandangan di sini. Kurangi plastik sekarang," tegasnya.
Baca juga: Mahasiswa Doktor IPB Internasional Bali Riset Potensi Wisata di Batu Kumbung
Mireia mengaku hampir semua destinasi wisata sudah dikunjungi di Indonesia seperti Bali, Papua, dan Lombok. Permasalahannya hampir sama yakni soal sampah pelastik.
Ia menceritakan saat dirinya berwisata ke Raja Ampat Papua banyak sampah pelastik ditemukan, padahal wisatawan membayar uang kebersihan hingga 70 euro atau Rp 1,4 juta per orang.
"Kalau sudah segini bayarnya seharusnya bersih di sana, saya bingung kemana uang kebersihan itu," tutur Mireia.
Para wisatawan ini juga menyarankan untuk mengedukasi masyarakat untuk mengurangi kemasan pelastik digunakan.
Selain itu, mereka mendorong pemerintah membuat aturan agar mengurangi pelastik di Indonesia.
"Harus terlibat pemerintah terkait aturan agar dibuat biar masyarakat tidak menggunakan pelastik juga memberikan edukasi kepada masyarakat," tutupnya.
Harus diakui sampah-sampah plastik memang banyak mengotori destinasi wisata di NTB. Hal ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama dan membutuhkan kerja sama semua pihak.
| Sapi Lepas Kagetkan Petani di Sawah, Diduga Kabur saat Hendak Disembelih |
|
|---|
| Warga Kelayu Potong 40 Ekor Sapi Kurban di Masjid Al-Umary |
|
|---|
| Ratusan Dulang Merah di Masjid Usai Salat Idul Adha, Tradisi Turun-temurun Warga Desa Beririjarak |
|
|---|
| Status Cagar Budaya Bale Adat Sembalun Masih Mengambang |
|
|---|
| Ribuan Warga Binaan Khidmat Ikuti Salat Idul Adha di Lapas Kelas IIA Lombok Barat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Dua-Wisaman.jpg)