Sabtu, 18 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Polemik Penanganan Sampah

4 Program Penanganan Sampah di Mataram: Tempah Dedoro hingga Pelibatan ASN

Empat program utama menjadi pilar dalam sistem pengelolaan sampah di Kota Mataram dengan pelibatan masyarakat hingga ASN

Istimewa
MASALAH SAMPAH - Sejumlah truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram dan Lombok Barat mengantre panjang untuk membongkar muatan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok. Empat program utama menjadi pilar dalam sistem pengelolaan sampah di Kota Mataram dengan pelibatan masyarakat hingga ASN 

Ringkasan Berita:
  • Empat program utama menjadi pilar dalam sistem pengelolaan sampah di Kota Mataram dengan pelibatan masyarakat hingga ASN.
  • DLH Kota Mataram berharap adanya kerja sama yang solid antara pemerintah dan masyarakat.

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram berupaya mengatasi sampah dengan melibatkan masyarakat. 

Empat program utama menjadi pilar dalam sistem pengelolaan sampah.

Kepala Dinas DLH Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi mengatakan, saat program unggulan ini diharapkan bisa mengurangi endapan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan di permukiman warga.

Baca juga: Daya Tampung 4 TPS dan 1 Bank Sampah di Mataram Hanya Tinggal 3 Bulan

Menekan Volume Sampah Organik

Program pertama, Tempah Dedoro mulai berlaku pada awal Januari 2026.

Program ini salah satu andalan untuk menekan volume sampah organik yang masuk ke tempat pembuangan akhir. 

Uji coba pelaksanaannya di lingkungan Marong Karang Tatah.

"Di lingkungan itu bisa mengurangi 100 kg (Sampah) per hari,” ucap Nizar setelah dikonfirmasi, Kamis (8/1/2026).

Jika berhasil maka akan diduplikasi di seluruh lingkungan sehingga berdampak signifikan bagi efisiensi pengangkutan sampah. 

“Mungkin sekitar 50 persen sampah kita bisa dikelola,” jelasnya.

Efisiensi pengangkutan karena keterbatasan ritase truk sampah ke TPA Kebon Kongok.

Daur Ulang Sampah Plastik

Program lainnya yakni daur ulang sampah plastik melalui  Bank Sampah.

Program ini mengedepankan prinsip ekonomi sirkular.

Sampah plastik tidak lagi dipandang sebagai limbah melainkan barang bernilai ekonomi. 

“Kita punya bank sampah itu untuk mengurangi sampah plastik yang bisa dijual, didaur ulang kemudian dijual lagi," jelasnya.

Penambahan TPST

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved