Kamis, 21 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Polemik Penanganan Sampah

Daya Tampung Sampah Kritis, Pemkot Mataram Perluas TPS Bintaro dan Sandubaya

Pemkot Mataram memperluas TPS Bintaro (28 are) dan membuka lahan baru di Sandubaya (21 are) untuk mengantisipasi kapasitas sampah yang kritis.

Tayang:
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Laelatunniam
TRIBUNLOMBOK.COM/Ahmad Wawan Sugandika
MASALAH SAMPAH - Tumpukan sampah di TPS Sandubaya. Pemkot Mataram memperluas TPS Bintaro (28 are) dan membuka lahan baru di Sandubaya (21 are) untuk mengantisipasi kapasitas sampah yang kritis. 
Ringkasan Berita:
  • Pemkot Mataram memperluas TPS Bintaro (28 are) dan membuka lahan baru di Sandubaya (21 are) untuk mengantisipasi kapasitas sampah yang kritis.
  • Bintaro sudah tahap pemagaran, Sandubaya siap digunakan setelah survei; operasional ditargetkan pekan depan.

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM - Pemerintah Kota Mataram mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi keterbatasan kapasitas Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang ada saat ini.

Berdasarkan data yang diterima TribunLombok.com, estimasi daya tampung seluruh TPS yang dimiliki pemerintah saat ini diperkirakan hanya mampu bertahan selama tiga bulan ke depan.

Sebagai solusi jangka pendek, pemerintah melakukan perluasan di TPS Bintaro dan membuka lahan baru di TPS Sandubaya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi, mengatakan bahwa perluasan di TPS Bintaro mencakup area seluas 28 are, sementara lahan baru di Sandubaya direncanakan seluas 21 are.

Jika kedua lokasi tersebut masih belum mencukupi di masa mendatang, Pemkot Mataram telah menyiapkan opsi terakhir.

“Bebek Galih adalah opsi terakhir ketika tidak ada lahan lagi,” ucap Denny saat dikonfirmasi, Minggu (25/1/2026).

Mengenai progres di lapangan, lahan di Bintaro saat ini sudah memasuki tahap pemagaran. Sementara untuk lahan di Sandubaya, Denny telah melakukan survei lokasi dan memastikan kesiapannya.

“Lokasinya sudah oke, tinggal kami eksekusi saja. Mungkin minggu depan sudah mulai,” tegasnya.

Pemilihan lokasi di Sandubaya dipastikan menggunakan lahan milik Pemerintah Kota yang berada di area persawahan, sehingga letaknya jauh dari pemukiman penduduk. Hal ini dilakukan untuk menghindari dampak langsung terhadap aktivitas warga sekitar.

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved