DPRD Kota Mataram
APBD Kota Mataram Disepakati Rp1,68 Triliun, Berikut 8 Belanja Prioritas
Eksekutif dan legislatif menyetujui besaran APBD Kota Mataram tahun 2026 sebesar Rp1,68 triliun.
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Sirtupillaili
Ringkasan Berita:
- DPRD menyetujui APBD Kota Mataram tahun 2026 sebesar Rp1,68 triliun.
- Defisit APBD Kota Mataram sebesar Rp60 miliar.
- OPD dimita mengoptimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD) untuk mengurangi defisit.
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Mataram tahun 2026 direncanakan sebesar Rp1,68 triliun atau Rp 1.681.933.236.655.
Postur APBD Kota Mataram ini terdiri dari pendapatan daerah sebesar Rp1,61 triliun atau Rp.1.611.933.236.655.
Kemudian belanja daerah sebesar Rp1,67 triliun atau Rp1.671.933.236.655.
Sehingga terdapat selisih atau defisit APBD tahun 2026 sebesar Rp60 miliar.
Hal ini dijabarkan dalam rapat paripurna pembahasan rancangan APBD Kota Mataram tahun 2026, di Gedung DPRD Kota Mataram, Jumat (28/11/2025).
Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Kota Mataram H Abdul Malik ini dihadiri Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, beserta wakilnya TGH Mujiburrahman.
Pendapatan menyusut
Baca juga: DPRD Kota Mataram Tekankan Kinerja Fiskal dan Optimalisasi PAD pada APBD 2026
Koponen pendapatan daerah terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp656 miliar (Rp 656.076.878.856), Dana Transfer ke Daerah (TKD) senilai Rp955 miliar (Rp955.856.357.799), dan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp0.
Dilihat dari postur RAPBD Kota Mataram Tahun 2026, struktur pendapatan daerah mengalami penurunan signifikan karena pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat.
"Dana TKD mengalami penurunan 25,44 persen atau turun sebesar Rp326,8 miliar," kata I Nengah Sugiharta, saat membacakan pandangan gabunga komisi dewan.
Mengenai hal ini tentunya akan dilakukan pencermatan kembali apabila Peraturan Presiden tentang Rincian APBN 2026 dan Peraturan Menteri Keuangan maupun peraturan yang melandasi terbit.
Di sisi lain, struktur pendapatan daerah dalam RAPBD Kota Mataram masih bertumpu pada transfer dari pusat.
Karena itu, gabungan komisi DPRD Kota Mataram mendorong eksekutif memperkuat kapasitas fiskal daerah dengan mengoptimalkan potensi PAD.
Meski demikian, upaya-upaya itu harus berorientasi pada kepuasan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat Kota Mataram.
8 Prioritas Belanja 2026
Di sisi lain, kebutuhan belanja daerah tahun 2026 masih lebih besar dibandingkan target pendapatan.
Belanja Kota Mataram terdiri dari belanja operasi Rp1,4 triliun lebih (Rp1.475.128.719.142), kemudian belanja modal Rp189 miliar (Rp189.763.167.513), belanja tak terduga Rp5 miliar (Rp5.000.000.000), dan belanja transfer Rp2 miliar (Rp2.041.350.000).
| Ketua DPRD Mataram Dukung Perpres Lahan Sawah, Soroti Sinkronisasi Data hingga Proporsionalitas |
|
|---|
| Dewan Minta Pemkot Mataram Minimalisasi Kebocoran PAD dengan Perbaikan Pola |
|
|---|
| 13 Rekom Dewan pada Eksekutif, Bongkar Reklame Liar hingga Tindak Pungli |
|
|---|
| APBD Kota Mataram Defisit Rp60 Miliar, Dewan Dorong Eksekutif Optimalkan PAD |
|
|---|
| Sejumlah Fraksi di DPRD Kota Mataram Dorong Penguatan Fiskal APBD 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/APBD-Mtr-26.jpg)