Senin, 18 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Lebaran 2026

Pemkot Mataram Gelar Salat Id 1447 H di Lombok Epicentrum Mall

lokasi Salat Id bagian dari narasi besar kerukunan di Kota Mataram selama Lebaran dan Nyepi

Tayang:
TRIBUNLOMBOK.COM/Dok. LEM
SALAT ID - Pelaksanaan Salat Idul Adha 1446 H di Lombok Epicentrum Mall, Kota Mataram. Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram secara resmi telah mengumumkan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah digelar di halaman parkir Lombok Epicentrum Mall. 
Ringkasan Berita:
  • Lokasi Salat Id bagian dari narasi besar kerukunan di Kota Mataram selama Lebaran dan Nyepi.
  • Pemkot Mataram telah menunjuk sebagai khatib adalah Prof. Dr. H. Muhammad Saleh Ending, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor 2 UIN Mataram.

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram secara resmi telah mengumumkan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah digelar di halaman parkir Lombok Epicentrum Mall.

Lombok Epicentrum Mall (LEM) berlokasi di Jalan Sriwijaya No.333, Punia, Kecamatan Mataram, Kota Mataram

Mal yang didirikan pada tahun 2015 ini merupakan pusat perbelanjaan terbesar dan modern di Pulau Lombok yang terletak di pusat kota dan strategis.

Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang mengatakan, pemilihan lokasi sesuai dengan hasil kolaborasi erat antara pemerintah dengan pengelola rumah ibadah setempat.

Baca juga: Kapan Puncak Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026? Simak Panduan Salat Khusuf

“Pemerintah Kota Mataram bekerja sama dengan Takmir Masjid BTN Taman Indah dan Takmir Masjid Lombok Epicentrum Mall melaksanakan salat Idul Fitri di Parkir Timur Lombok Epicentrum Mall," ungkap Martawang setelah dikonfirmasi, Senin (16/3/2026).

Pemkot Mataram telah menunjuk sebagai khatib adalah Prof. Dr. H. Muhammad Saleh Ending, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor 2 UIN Mataram.

Sementara itu, Ustaz Haji Sanusi dijadwalkan akan memimpin salat sebagai imam.

Martawang menuturkan bahwa, lokasi Salat Id ini bukan sekadar urusan teknis tempat, melainkan bagian dari narasi besar kerukunan di Kota Mataram yang tahun ini merayakan Idul Fitri dan Nyepi secara berdekatan. 

Semangat kebersamaan ini terlihat dari penggunaan fasilitas umum yang bergantian antara umat Hindu dan Muslim.

Martawang menekankan bahwa panggung yang digunakan untuk melepas pawai Ogoh-ogoh akan langsung dimanfaatkan kembali pemerintah untuk melepas pawai takbiran.

“Artinya apa? Artinya kan ini kita sama-sama betul-betul bisa hidup berdampingan ya dengan harmoni yang betul-betul nyata yang kita wujudkan di Kota Mataram ini,” tandasnya.

Martawang berharap masyarakat dapat merayakan hari kemenangan dengan penuh kedamaian sekaligus menjadi bukti kuat bahwa toleransi di ibu kota NTB ini telah matang.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved