Senin, 27 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Maulid Nabi Muhammad SAW

Ini 7 Tradisi Unik Maulid Nabi di Berbagai Daerah Indonesia

Peringatan Maulid Nabi menjadi wujud kecintaan kepada Rasulullah SAW. Berikut tujuh tradisi Maulid Nabi dari berbagai wilayah

Editor: Laelatunniam
ISTIMEWA
PERAYAAN MAULID - Warga Dusun Karang Baji saat mengikuti sejumlah prosesi adat perayaan Maulid Adat Bayan di Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Berikut tujuh tradisi Maulid Nabi paling unik dari berbagai wilayah di Indonesia. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Maulid Nabi Muhammad SAW selalu menjadi momen penting bagi umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Peringatan ini digelar setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah, dan pada tahun ini jatuh pada Jumat, 5 September 2025.

Peringatan Maulid Nabi tak hanya menjadi wujud kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga sarana masyarakat untuk melestarikan budaya dan tradisi Islam yang khas di daerah masing-masing.

Berikut tujuh tradisi Maulid Nabi paling unik dari berbagai wilayah di Indonesia.

1. Lombok-Maulid Adat Bayan

Salah satu perayaan Maulid Nabi yang paling banyak dibicarakan yaitu Maulid Adat Bayan di Dusun Karang Bajo, Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, NTB.

Maulid Adat Bayan menjadi salah satu upacara adat terbesar yang menjadi salah satu identitas Kecamatan Bayan.

Maulid Adat Bayan merupakan sebuah tradisi unik yang menggabungkan unsur Islam dan adat lokal. 

Persiapan maulid Adat Bayan cukup panjang dan unik bahkan jauh sebelum hari Maulid tiba.

Masyarakat Bayan, khususnya yang memiliki hajat khusus telah mempersiapkan berbagai hal untuk menyambut Hari kelahiran baginda Rasulullah SAW ini.

Secara lingkungan adat, rangkaian kegiatan inti baru dimulai sehari jelang hari Maulid yang telah ditentukan tiba.

Berbeda dengan perayaan Maulid nabi umumnya, nuansa ritual adat masih dipegang teguh oleh masyarakat Bayan.

Dengan berbagai prosesi upacara adat yang sakral, masyarakat Bayan tidak hanya menunjukkan kecintaan dan penghormatan mereka kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi mereka juga menjaga dan melestarikan tradisi warisan leluhur mereka. 

Rangkaian kegiatan dimulai sehari menjelang Maulid yang telah ditentukan tiba. Berbagai prosesi kegiatan ritual adat mulai dilakukan seperti prosesi Kayu Aiq, Sembeq, dan Menutuq. 

Kayu Aiq adalah prosesi adat pengumpulan hasil bumi dari warga yang memiliki hajat untuk diserahkan kepada Maq Lokaq atau Inen Gumi. Hasil panen itu kemudian disimpan di dalam kampu. 

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved