Sosok Mayjen Ahmad Rizal Ramdhani yang Diangkat Jadi Dirut Bulog, Pernah Jabat Danrem 162/WB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menunjuk Mayor Jenderal TNI Ahmad Rizal Ramdhani sebagai Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog
TRIBUNLOMBOK.COM - Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani resmi ditunjuk menjadi Direktur Utama Badan Urusan Logistik (Bulog).
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menunjuk Mayor Jenderal TNI Ahmad Rizal Ramdhani sebagai Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog.
Rizal menggantikan Novi Helmy Prasetya yang per 3 Juli 2025 kembali berkarier di militer.
"Ada Dirut baru lagi. Iya (benar Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani)," ungkap Erick saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (8/7/2025) seperti dikutip dari Kompas.com.
Adapun pengangkatan Rizal termuat dalam Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK 192/MBU/07/2025 tertanggal 3 Juli 2025.
Baca juga: Mayjen TNI Ahmad Rizal Ungkap Tujuan dan Manfaat PSN Cetak 1 Juta Hektare Sawah di Merauke
Erick mengungkapkan bahwa Rizal sudah mulai bertugas usai diangkat secara resmi.
"Mungkin beberapa hari," ujarnya.
Erick mengatakan penunjukan Rizal merupakan kelanjutan dari program di sektor pangan.
"Mereka (TNI) ingin menarik penugasannya, mungkin dianggap sudah selesai. Nah untuk tahun depan ini kan ada kembali tugas untuk menyerap, untuk petani," bebernya.
Lalu bagaimana profil dan sosok Mayjen Ahmad Rizal Ramdhani?
Profil Ahmad Rizal Ramdhani

Rizal merupakan jenderal bintang dua kelahiran Jakarta 19 November 1970 yang lulus dari Akmil tahun 1993 dari kecabangan Zeni.
Karirnya dengan pangkat perwira tinggi jenderal bintang satu atau Brigjen dimulai saat menjabat Danrem 162/Wira Bhakti di NTB pada 2021.
Selanjutnya naik pangkat jenderal bintang dua atau Mayjen sejak menjabat Kepala Staf Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) II pada 2022.
Rizal dipercaya menjadi Kasatgas Pangan untuk mengawal program strategis nasional cetak sawah baru di Merauke, Papua Selatan.
Karir Militer
• Danton, Danki, Pasi Yonzipur 1/Dhira Dharma (1993–2001)
• Pasi Intel Kodim 0201/BS Medan (2001–2003)
• Pabandya Pam Sintel Kodam I/BB (2007–2009)
• Dandeninteldam I/Bukit Barisan (2009–2010)
• Danyonzipur 1/Dhira Dharma Kodam I/BB (2010–2011)
• Komandan Kodim 0316/Batam (2011–2013)
• Pabandya III/Binapintel Spaban I/Ren Spamad (2013)
• Staf Ahli Pangdam XII/Tanjungpura Bidang Hukum dan Humaniter
• Paban I/Ren Spamad (2017–2018)
• Danrem 162/Wira Bhakti[2] (2018–2021)
• Asisten Deputi Koordinasi Pengelolaan Pemilihan Umum dan Penguatan Partai Politik pada Kemenko Polhukam RI (2021–2022)
• Kaskogabwilhan II (2022–2023)
• Staf Khusus Kasad Penugasan sebagai Kasatgas Pangan (2023—2025)
Jejak Penugasan
Ahmad Rizal Ramdhani pernah menjabat Kepala Satgas Pertahanan Pangan di Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Rizal mengaku aktif untuk memberikan pemahaman program cetak sawah baru 1,1 juta hektare ini.
Menurutnya, kelancaran PSN tak lepas dari dukungan berbagai pihak.
"Masyarakat jadi teredukasi, mengerti, dan memahami sehingga mendukung PSN Merauke sehingga dapat berjalan dengan lancar dan bermanfaat," kata Rizal dalam wawancara pada Senin (23/6/2025).
Cara yang dilakukan Rizal ini sebelumnya pernah diterapkan ketika mendapat tugas memimpin rekonstruksi dan rehabilitas bencana Gempa Lombok tahun 2018.
Rizal kala itu menjabat Danrem 162/Wira Bhakti dan masih berpangkat kolonel.
Lombok, NTB diguncang tiga gempa beruntun pada Juli hingga Agustus 2018.
Termasuk dengan kekuatan magnitudo M=7.0 yang mengakibatkan kerusakan rumah hampir di sejumlah wilayah di Lombok pada 6 Agustus 2018.

Gempa utama ini diawali dengan gempa M=6,4 pada 29 Juli 2018.
Pemulihan pascagempa dilakukan dengan membangun Rumah Tahan Gempa (RTG).
Adapun total RTG yang dibangun sejumlah 229.994 unit.
Usai sukses mengelola rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa Lombok, Rizal yang sudah berpangkat Brigadir Jenderal ini pindah tugas.
Mulai dari menjadi asisten deputi di Kemenkopolhukam hingga di Kogabwilhan II, tempatnya berkarir hingga naik pangkat jenderal bintang dua.
Tugas terbarunya sebagai Kasatgashan Pangan di Merauke dijalani seksama dan taktis.
Rizal berperan untuk mengawal swasembada pangan dengan kemampuan teknis pertanian maupun manajemen strategis.
TNI, kata dia, hadir dalam Satgas Pangan bukan untuk menggantikan peran petani.
Namun untuk memperkuat kelembagaan, optimalisasi lahan, dan mengefektifkan distribusi logistik.
Contoh terbaru yakni pada saat panen raya 987 hektare lahan cetak sawah baru di Kampung Kaliki, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Papua Selatan pada 11 Maret 2025 yang dihadiri Mentan Amran Sulaiman.
Rizal mengungkap rata-rata produktivitas mencapai 3,8 ton padi atau 2,7 ton setara beras.
"Semua kegiatan olah tanam dilakukan orang asli Papua," jelasnya.
Varietas padi yang ditanam pada sebagian lahan cetak sawah ini menggunakan benih lokal yaitu padi Dodo ero.
Ada juga masyarakat yang menggunakan benih Inpari 32 dengan sistem tanam hambur (tabela).
Rizal mengaku program swasembada pangan dapat terwujud dengan basis teknologi, serta sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.
(*)
Kasus Penculikan dan Pembunuhan Kepala KCP Bank BUMN: 4 Otak Pelaku Diamankan, Total 8 Tersangka |
![]() |
---|
30 Wamen Merangkap Komisaris BUMN di Era Prabowo-Gibran, Ini Daftar Lengkapnya |
![]() |
---|
Menhan Sjafrie Sebut Mayjen Ahmad Rizal Harus Pensiun dari TNI Sebelum Jabat Dirut Bulog |
![]() |
---|
Jejak Tangan Dingin Mayjen Ahmad Rizal: Bangun RTG di NTB, Pimpin Satgas Ketahanan Pangan di Papua |
![]() |
---|
Sinergi Pertamina dan Dekranas: UMKM Didorong Naik Kelas Lewat Pelatihan Branding dan Foto Produk |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.