Pendaki Asal Jawa Timur Tergelincir di Letter E Gunung Rinjani

Korban tergelincir di jalur pendakian Gunung Rinjani kehilangan keseimbangan saat mencoba mengambil tongkatnya yang jatuh

Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Wahyu Widiyantoro
Tangkap Layar Instagram @btn_gn_rinjani
PENDAKI JATUH - Seorang pendaki inisial RBA asal Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Jawa Timur dikabarkan tergelincir di jalur pendakian Gunung Rinjani, insiden tersebut terjadi pada Minggu (13/4/2025) sore. Korban tergelincir di jalur pendakian Gunung Rinjani kehilangan keseimbangan saat mencoba mengambil tongkatnya yang jatuh. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Seorang pendaki inisial RBA asal Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Jawa Timur dikabarkan tergelincir di jalur pendakian Gunung Rinjani, insiden tersebut terjadi pada Minggu (13/4/2025) sore.

Insiden tersebut terjadi saat korban mencoba mengambil tongkat pendakian (trekking pole) yang terjatuh di medan yang cukup curam.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Yarman, membenarkan peristiwa tersebut. "Iya mas, tergelincir. Alhamdulillah aman," ujar Yarman, Senin (14/4/2025).

Yarman penjelasan, korban kehilangan keseimbangan saat mencoba mengambil tongkatnya yang jatuh, hingga akhirnya tergelincir di jalur curam Letter E. 

Setelah menerima laporan, tim evakuasi langsung diterjunkan untuk melakukan pencarian di lokasi kejadian.

Baca juga: Pro Kontra Pembatasan Pendakian Gunung Rinjani

Namun, saat tiba di titik yang dilaporkan, korban tidak ditemukan. 

Tim pun memutuskan untuk kembali. Dalam perjalanan turun, tim akhirnya bertemu dengan korban di kawasan Pelawangan 3.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, RBA berhasil naik sendiri dengan menyisir sisi tebing.

“Sampai malam tadi, korban berada di shelter darurat Pelawangan 1 Sembalun. Rencananya hari ini, Senin 14 April, korban akan turun ke Sembalun,” jelas Yarman.

Atas insiden ini, BTNGR kembali mengimbau seluruh pendaki agar selalu berhati-hati dalam melakukan aktivitas pendakian. 

Para pendaki diminta untuk memperhatikan setiap pijakan, menjaga keselamatan, serta mematuhi semua prosedur operasional standar (SOP) yang berlaku.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved