Pilkada 2024

Rannya Kristiono Menegaskan HBK Center di Lombok Timur Bukan Bagian dari Yayasan HBK Peduli

Ketua Yayasan "HBK Peduli" Rannya Agustyra Kristiono menyebut sejumlah pihak menyalahgunakan nama HBK center untuk memberi dukungan di Pilkada

TRIBUNLOMBOK.COM/SEPTIAN ADE
Ketua Yayasan "HBK Peduli" Rannya Agustyra Kristiono. Sejumlah pihak menyalahgunakan nama HBK center untuk memberi dukungan di Pilkada Lombok Timur 2024. 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Ketua Yayasan "HBK Peduli" Rannya Agustyra Kristiono mengungkap pihaknya tidak memberikan dukungan terhadap calon tertentu di Pilkada Lombok Timur 2024.

Sejumlah pihak yang mengatasnamakan "HBK Center" disebut mengarahkan dukungan kepada Syamsul Luthfi-Abdul Wahid.

Tim yang mengatasnamakan diri dari HBK Center bersilaturahmi ke kediaman Syamsul Luthfi di Desa Dasan Pekong, Kecamatan Sukamulia, Lombok Timur.

"HBK" adalah akronim dari almarhum Mantan Anggota DPR RI fraksi Partai Gerindra asal Daerah Pemilihan NTB II H Bambang Kristiono.

Rannya, yang juga putri Almarhum HBK itu dengan tegas mengatakan bahwa relawan yang menyebut dirinya "HBK Center" tak ada kaitannya dengan Yayasan HBK Peduli.

Baca juga: Rannya Legasi HBK

Rannya menerangkan bahwa HBK Center dulu pernah ada sebagai tim pemenangan pada Pemilu 2019 dan kini sudah dibubarkan.

Rannya menerangkan, saat ini, Yayasan HBK Peduli merupakan yayasan sosial yang berdiri sendiri dan tidak memiliki jaringan dengan nama lain di daerah.

"Sekelompok orang yang mengatakan dirinya berasal dari relawan "HBK Center" bukanlah bagian dari kami (HBK Peduli), tidak afiliatif dengan kami," ungkap Rannya dalam keterangannya kepada media pada Jumat (31/5/2024).

Rannya menerangkan, sejumlah orang yang tergabung dalam HBK Center tersebut pernah menjadi keluarga besar di Yayasan HBK Peduli.

Namun, orang-orang tersebut dahulunya telah dipecat lantaran karena masalah internal.

Baca juga: Rannya Ajak Generasi Muda Berpartisipasi di Pemilu 2024

"Dulu Pak Ihsan memang pernah menjadi bagian dari kami (HBK Peduli) namun saat itu sudah dipecat.

"Jadi mereka, tidak lagi memiliki hak untuk mengeklaim menjadi bagian daripada keluarga besar kami. Kami sudah tidak lagi memiliki keterkaitan dengan mereka," ujar Rannya.

Rannya menyayangkan sikap yang ditunjukkan orang-orang di HBK Center.

Apalagi sampai mendeklarasikan dukungan kepada salah satu paslon.

"Tentu kami menyayangkan ada pihak-pihak yang mengatasnamakan, atau mencatut nama kami. Ini sama sekali tidak benar, apalagi sampai ada deklarasi dukungan yang sifatnya sangat politis. Kami perlu meluruskan persoalan ini agar tidak muncul spekulasi liar di masyarakat," terang Rannya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved