Pilkada 2024

Mi6 Petakan Isu Strategis Pilgub NTB 2024 di Pulau Sumbawa: Lingkungan Hingga Pemerataan Pembangunan

Pilgub NTB 2024 menjadi momentum untuk melakukan kampanye isu isu strategis secara simultan

ISTIMEWA
Direktur Mi6 Bambang Mei Finarwanto. Pilgub NTB 2024 menjadi momentum untuk melakukan kampanye isu isu strategis secara simultan. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Lembaga Kajian Sosial Politik Mi6 akan melakukan road show mapping Isu strategis Pilgub NTB 2024 di Pulau Sumbawa.

Pemetaan isi melalui Focus Grup Diskusi (FGD) bersama tokoh dan praktisi media.

Direktur Mi6 Bambang Mei Finarwanto mengatakan Pilgub NTB 2024 menjadi momentum untuk melakukan kampanye isu isu strategis secara simultan.

Tujuannya agar segera mendapatkan respons cepat dari kandidat yang sedang berkompetisi.

"Jadi kepemimpinan hasil Pilgub NTB 2024 bisa memberikan perhatian yang adil dan setara," jelasnya.

Baca juga: Tanggapan Zulkieflimansyah Soal Sitti Rohmi Maju Jadi Calon Gubernur di Pilgub NTB 2024

Didu, sapaan karibnya, menyebut sejumlah isu utama yang perlu jadi perhatian.

Antara lain, kesetaraan gender dan peran perempuan.

"Partisipasi kaum perempuan selama ini dipandang hanya identik dengan urusan domestik semata," ujar Didu.

Menurutnya, perempuan perlu diberikan peluang yang sama dalam mengaktualisasikan bakat dan kemampuannya dalam semua bidang kehidupan tanpa ada diskriminasi.

Isu lainnya yakni mengenai pemerataan pembangunan agar masyarakat miskin dapat terangkat derajat hidupnya.

"Bantuan sosial dan kemanusiaan untuk masyarakat miskin perlu diperbanyak cakupannya di tengah melonjaknya harga-harga kebutuhan pokok," ujar Didu.

Baca juga: PAN NTB Lanjutkan Koalisi Indonesia Maju di Pilgub NTB 2024

Demikian juga dengan isu lingkungan hidup agar generasi mendatang mewarisi keseimbangan ekosistem yang baik dan berkelanjutan.

"Pulau Sumbawa perlu merekonstruksi ulang penataan kawasan penyangga alam dengan cara melakukan reboisasi penghijauan agar tumbuh kembali tegakan pohon-pohon sebagai kawasan reservatoir menahan banjir dan bencana lainnya," kata jelasnya.

Demikian juga penguatan terhadap nilai-nilai budaya lokal agar tetap eksis di tengah derasnya arus informasi di era teknologgi.

"Sumbawa - Bima memiliki seni kebudayaan dengan ciri karakteristiknya yang perlu diperkuat dan dilestarikan agar tidak punah oleh kemajuan jaman," ungkapnya.

Agar harapan dan keinginan terkait isu strategis kewilayahan itu menjadi perhatian , maka diperlukan sosok pemimpin yang memiliki kepedulian dan empati terhadap hal tersebut.

"Tentu masyarakat Pulau Sumbawa yang terdiri diwakili oleh entitas Samawa dan Mbojo bisa menguji calon pemimpinnya lewat kajian isu strategis tersebut," tukas Didu.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved