Berita Lombok Tengah

Buntut Dugaan Kasus Kades Sunat Bantuan Beras, Warga di Lombok Tengah Ancam Demo Kembali

Ribuan warga DI Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengancam akan menggelar demo kembali buntut kasus dugaan kades sunat banutan.

Penulis: Sinto | Editor: Endra Kurniawan
TribunLombok.com/Istimewa
Aliansi Pemuda Peduli Desa Lombok Tengah saat berdemo dan melakukan penyegelan Kantor Desa Barabali, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (25/4/2024). 

Dari hasil penyelidikan, Polres Lombok Tengah berhasil mengamankan barang bukti berupa beras bantuan cadangan pemerintah berikut yang diselewengkan berikut dengan dokumen.

Selain itu pihak-pihak yang terlibat sudah sudah dipanggil untuk dimintai keterangan.

Iwan menyampaikan untuk di Desa Panda Indah, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 89 karung berisi beras dan 391 karung beras dalam keadaan kosong.

"Untuk di Desa Pandan Indah data masyarakat penerima bantuan pemerintah (PBP) yang semulanya sebanyak 1.497 penerima bantuan diubah menjadi 923 penerima bantuan, jadi yang diselewengkan kurang lebih berjumlah 500 penerima," terangnya di Praya, Minggu (21/4/2024).

Sedangkan untuk di Desa Barabali pihaknya berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 303 berisi beras, 96 karung beras dalam keadaan kosong dan kwitansi pembayaran beras berjumlah Rp35.400.000.

Baca juga: Guru Besar Unram Mengaku Diintimidasi Usai Lapor Dugaan Korupsi di Bank NTB Syariah

"Untuk di Desa Barabali sebanyak 403 data penerima bantuan pemerintah (PBP) yang dipotong," jelasnya.

Iwan memastikan kasus penyelewengan bansos pemerintah akan dijerat dengan undang-undang Tipikor untuk kedua desa tersebut.

"Tidak ada pihak yang terlibat dalam kasus ini yang yang lepas dari jeratan hukum semuanya akan kami jerat lewat proses hukum yang berlaku mulai dari yang punya perencanaannya, pelaksanaannya sampai juga dengan koordinatornya," tegasnya.

Iwan meminta agar masyarakat juga untuk ikut mengawasi dan mengawal kasus ini agar bisa terang benderang dan tidak ada salah paham informasi liar yang beredar di tengah masyarakat.

"Kami juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada kami jika ada indikasi yang sama di desa-desa lain," tutupnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved