Banjir Bima

Banjir Terjadi di 5 Kecamatan Kota Bima, BPBD Sebut 8.961 Jiwa Terdampak

Kepala BPBD Kota Bima Gufran mengatakan banjir merendam lima kecamatan dan tercatat 8.961 jiwa yang menjadi korban bencana tersebut.

Penulis: Toni Hermawan | Editor: Sirtupillaili
TRIBUNLOMBOK.COM/TONI HERMAWAN
Warga Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat saat membersihkan sisa-sisa lumpur akibat banjir, Sabtu (10/2/2024) 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Toni Hermawan

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA BIMA - Badan Penanganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima mencatat 8.961 jiwa terdampak banjir yang melanda pada, Jumat (9/2/2024) malam.

Banjir ini menyebar di lima wilayah Kecamatan Rasanae Barat, Mpunda, Raba, Asakota, dan Rasane Timur.

Pantauan TribunLombok.com, sekitar pukul 10.00 wita jalur laulintas Kecamatan Mpunda-Rasanae Barat mulai dibersihkan petugas.

Selanjutnya terpantau juga di gang kelurahan Paruga, Rasanae Barat warga membersihkan lumpur sisa banjir semalam.

Kepala BPBD Kota Bima Gufran mengatakan banjir merendam lima kecamatan mulai dari Rasane Barat merendam kelurahan kelurahan Pane, Paruga, Dara, Nae, Sarae, dan tanjung.

Baca juga: AJI Mataram Bantu Jurnalis Terdampak Banjir di Bima dan Sumbawa

Selanjutnya, Kecamatan Mpunda merendam kelurahan Sambinae, Sadia, Mande, Penatoi, dan Manggemaci.

Sementara pada Kecamatan Raba merendam Kelurahan Penaraga. Untuk Kecamatan Asakota banjir merendam kelurahan warga di Ule dan Rasanae Timur merendam kelurahan Dodu Oimbo, dan Kumbe.

"Data-data ini dalam tahap pendataan," kata Gufran saat dihubungi, Sabtu (10/1/2024).

Ia melanjutkan, Bima salah satu daerah yang rawan bencana terutama diantaranya banjir, angin puting beliung dan tanah longsor.

Perubahan iklim pun membawa dampak bencana hidrometeorologi basah dan kering Kota Bima dalam menghadapi bencana banjir dua hari berturut.

"Jumlah terdampak 3.087 KK dan 8961 jiwa. Tidak ada korban jiwa," tambahnya.

Saat ini, pemerintah mulai memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak banjir dengan menyalurkan makanan siap saji, air bersih, hingga kebutuhan dasar lainnya.

"Kami terus lakukan koordinasi dengan tim relawan kebencanaan memantau perkembangan informasi di lapangan dari grup WhatsApp Siaga Bencana Kota Bima dan media sosial," pungkasnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved