NTB
75 Rumah di Bima Terendam Banjir, BPBD Lakukan Pendataan
Penulis: Andi Hujaidin | Editor: Idham Khalid
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Andi Hujaidin
TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA BIMA - Banjir melanda dua desa di Kabupaten Bima menyebabkan pulihan rumah warga terdampak genangan air, pada Jumat (9/5/2025) malam.
Dua desa yang terdampak yakni di Desa Sondo dan Tolouwi di Kecamatan Monta.
Intensitas hujan yang tinggi menjadi pemicu banjir yang berdampak pada 75 Kepala Keluarga (KK).
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima Nurul Huda mengatakan, tingginya intensitas hujan di wilayah itu mengakibatkan luapan air sungai tepatnya di lahan Pertanian warga RT.08 RW.04 Dusun sorimbani Desa Sondo Kecamatan Monta.
"Luapan air tersebut setinggi 20 cm - 40 cm, dampak banjir tersebut mengakiterjadi batkan 23 KK terdampak, dengan 35 jiwa di antaranya mengungsi di rumah kerabat, dan kerugian material 23 unit rumah warga terdampak banjir, serta terganggunya akses jalan lingkungan (gang) yang ada di wilayah permukiman warga," katanya Sabtu (10/5/2025).
Sementara di Dusun sorimbani Desa Sondo Kecamatan Monta banjir saat ini sudah mulai surut, sebagian warga melakukan pembersihan rumah akibat material banjir, Lahan pertanian, dan Infrastruktur umum masih dalam proses pendataan," tambahnya.
Selain itu, pada hari Jumat tanggal 9 Mei 2025 pukul 21.15 Wita, banjir terjadi di Desa Tolouwi Kecamatan Monta Kabupaten Bima akibat luapan air sungai.
"Yang menyebabkan air meluap ke area pemukiman warga, jalan raya, lahan pertanian warga Dusun Oi lanco dan Dusun Nggaro Desa Tolouwi Kecamatan Monta, luapan air tersebut setinggi 20 cm - 40 cm,” katanya.
Baca juga: Wakil Wali Kota Bima: Pemekaran Provinsi Sumbawa Penting untuk Akselerasi Pelayanan Publik
Dampak banjir tersebut mengakibatkan 52 KK terdampak, dengan 27 jiwa di antaranya mengungsi di rumah kerabat, dan kerugian material 52 unit rumah warga terdampak banjir, serta terganggunya akses jalan lingkungan.
Tim BPBD saat ini temgah melakukan koordinasi dengan camat, kapolsek, koramil dan Desa setempat terkait dampak dari bencana tersebut.
"Berkoordinasi lebih lanjut dengan Dinas terkait mengenai dampak dan penanganan serta kewenangannya," tandasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/BANJIR-BIMA-321.jpg)