Harga Cabai Mahal, Pj Gubernur NTB Lalu Gita Sarankan Masyarakat Tanam Sendiri

Gita menyarankan masyarakat sebagai konsumen untuk mencari cara mengatasi kenaikan harga cabai dengan menanam sendiri pakai metode smart farming

Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Wahyu Widiyantoro
Tribunnews/Jeprima
Ilustrasi. Petani cabai Andri (33), saat merawat pohon cabai hijau besar di Bojongkoneng, Kecamatan Babakan Madang, Jawa Barat, Rabu (15/9/2021). Penjabat Gubernur NTB H Lalu Gita Ariadi menyarankan masyarakat sebagai konsumen untuk mencari cara lain misalnya menanam cabai sendiri. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Harga cabai di NTB menyentuh Rp60 ribu per kilogram pada Desember 2023.

Meski demikian, harga cabai di luar NTB sudah menembus Rp130 ribu per kilogram.

Penjabat Gubernur NTB H Lalu Gita Ariadi mengatakan kenaikan harga cabai sebagai keberuntungan untuk petani.

"Jangan lihat harga pasar, dia naik petani mendapatkan keuntungan dari itu," kata Gita, Senin (4/12/2023).

Baca juga: Dinas Perdagangan NTB Nilai Kenaikan Harga Cabai Masih Wajar, Sebut Gara-gara Permainan Pasar

Untuk mengatasi harga cabai yang mahal tersebut, Gita menyarankan masyarakat sebagai konsumen untuk mencari cara lain misalnya menanam cabai sendiri.

"Dengan kondisi cuaca kita gunakan metode tanam smart farming, selain karena cuaca pasti sawah-sawah sekarang diperuntukkan untuk padi jadi tidak nanam-nanam," tutup Gita.

Kepala Dinas Perdagangan NTB Bq Nelly Yuniarti menyebut harga cabai masih wajar dibandingkan dengan daerah lain yang sudah di atas Rp 100 ribu per kilogram.

"Yang perlu kita ketahui bahwa cabai NTB, ternyata mensubsidi untuk beberapa provinsi untuk pengendalian nasional," kata Nelly.

Nelly menjelaskan, stok cabai di wilayah NTB mengalami surplus sehingga saat ini para petani bisa mengirim cabai keluar daerah.

Baca juga: Pedagang di Lombok Timur Diperingatkan Agar Tidak Jual Cabai Busuk

Kenaikan harga cabai di luar daerah inilah yang membuat harga cabai di NTB juga mengalami kenaikan.

"Kita masih terpenuhi, cuma ini permainan pasar bahasanya karena di sana (luar NTB) berani dibayar mahal, petani tersenyum cuma ini pembeli yang harus kita jaga senyumnya," kata dia.

Selain cabai, kenaikan harga bahan pokok juga terjadi pada gula yang masih di kisaran angka Rp 17 ribu per kilogram, sementara harga beras masih di harga normal.

Inflasi yang terjadi di NTB juga mempengaruhi harga bahan pokok.

Nelly mengatakan, pemerintah pusat menginstruksikan pemerintah daerah agar bisa menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk memberikan subsidi harga saat operasi pasar murah.

"Dari anggaran itu, bisa kita lakukan untuk subsidi harga, karena memang untuk untuk operasi pasar kita harus lakukan subsidi harga," jelas Nelly.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved