NTB

Polresta Mataram Buru Adik Oknum Pegawai Bawaslu NTB Diduga Gelapkan Mobil Operasional 2024

Dok. Istimewa
PENGGELAPAN MOBIL - Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP Regi Halili saat ditemui, Kamis (28/8/2025). Ia mengatakan saat ini sedang memburu adik dari oknum pegawai Bawaslu NTB dalam kasus dugaan penggelapan mobil operasional.  

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Satreskrim Polresta Mataram saat ini tengah memburu pria berinisial L, adik oknum pegawai Bawaslu Nusa Tenggara Barat (NTB) inisial LIA, yang terlibat kasus dugaan penggelapan mobil operasional Pemilu tahun 2024 itu.

Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP Regi Halili mengatakan, menurut keterangan LIA mobil tersebut dititipkan sementara kepada adiknya L. Namun oleh saudaranya justru digadaikan. 

Menurut keterangan sejumlah saksi dan LIA, belasan mobil yang disewa waktu itu tidak lanjutkan kontraknya. Sehingga dititipkan sementara kepada adiknya. 

"Terduga ini (L) menawarkan untuk merental mobil tersebut, beberapa bulan kemudian datang pemiliknya menanyakan hal tersebut, ternyata mobil digadai semua," kata Regi, Kamis (28/8/2025). 

Polisi saat ini sedang memburu keberadaan adik dari pegawai Bawaslu ini, untuk mengungkapkan keberadaan dari kasus ini. 

Baca juga: Program  PTSL di KSB Hanya Dapat 70 Bidang dari 250 Bidang yang Diusul

Polisi sudah mengamankan tiga mobil sebagai barang bukti, sementara tiga mobil lainnya sudah dikembalikan kepada pemiliknya. Namun tersisa enam mobil yang belum diketahui keberadaannya. 

Selain memburu adik oknum pegawai Bawaslu tersebut, polisi juga sudah melayangkan surat pemanggilan kepada Ketua Bawaslu NTB untuk dimintai keterangan. 

"Kita butuh keterangan dari kantornya, makaknya kita panggil Ketua Bawaslu, apa betul putus kontrak. Kita butuh untuk menguatkan itu," kata Regi. 

Mantan Kasat Reskrim Polres Sumbawa itu mengatakan, pihaknya akan melakukan pemanggilan ulang terhadap Ketua Bawaslu NTB pada pekan depan. 

(*)