Reka Ulang 22 Adegan Suami Bunuh Istri di Lombok Tengah, Diawali Perencanaan Bareng Ibu dan Kakak

Suami korban MR (20) merencanakan pembunuhan bersama ipar SA (28) dan mertuanya IS (46) dengan membuat skenario seolah bunuh diri

Penulis: Sinto | Editor: Wahyu Widiyantoro
TRIBUNLOMBOK.COM/SINTO
Rekonstruksi pembunuhan berencana oleh satu keluarga dilakukan di Polres Lombok Tengah hari ini Selasa, (24/1/2023). Suami korban MR (20) merencanakan pembunuhan bersama ipar SA (28) dan mertuanya IS (46) dengan membuat skenario seolah bunuh diri. 

Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Sinto

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Rekonstruksi suami bunuh istri di Lombok Tengah digelar hari ini selasa, (24/1/2023).

Reka ulang adegan ini digelar di kantor Polres Lombok Tengah.

KBO Reskrim Polres Lombok Tengah Ipda Ichwan Satriawan saat diwawancarai Tribun Lombok mengungkapkan, adegan yang dilakukan pada hari ini sebanyak 22 adegan.

"Dari seluruh adegan tersebut yang menyebabkan korban akhirnya kehilangan nyawa adalah pada adegan ke delapan dimana korban dicekik oleh pelaku," terang Ichwan Satriawan.

Ichwan mengungkapkan, terkait peran masing-masing tersangka berdasarkan hasil dari penyelidikan yang telah dilakukan Polres Lombok Tengah mereka terlebih dahulu melakukan perencanaan terlebih dahulu.

Baca juga: Pengakuan 4 Tersangka Kasus Ganja 5 Kilogram di Mataram: Kesepian Hingga Warisan Bisnis Haram Kakak

Mulai dari kapan melakukan pembunuhan oleh tiga orang ini yaitu suami, kakak, dan mertua.

Sementara itu, pelaku yaitu mertua korban yang melemparkan tali memang diketahui sangat kecil peran dari pelaku tersebut.

Menanggapi hal tersebut Ichwan mengatakan, meskipun kecil namun pelaku tersebut sangat berperan dalam pembunuhan tersebut.

"Tidak ada sama sekali dari mertua korban untuk mencegah peristiwa tersebut terjadi," terangnya.

Ibu rumah tangga (IRT) asal Batukliang Utara, Lombok Tengah inisial FS (19) dikabarkan meninggal bunuh diri ternyata korban pembunuhan.

Suami korban MR (20) merencanakan pembunuhan bersama ipar SA (28) dan mertuanya IS (46).

Polres Lombok Tengah awalnya menemukan kejanggalan kaki korban yang menyentuh lantai dan tali di leher korban dengan posisi rendah.

Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, Iptu Redho Rizky Rabu (4/1/2023) membeberkan juga hasil autopsi jasad korban.

"Dari hasil autopsi kami mendapati adanya kekerasan. Setelah diselidiki, bahwa sumainya inisial MR 20 tahun merupakan otak pelakunya," ungkapnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved