Tanah Seluas 57,12 Are di Lombok Timur Digugat Ahli Waris, Sebelumnya Dijual sang Nenek

Sebelumnya Tanah tersebut telah masuk dalam gugatan di Pengadilan Agama (PA) Selong, yang dijelaskan disana gugatan atas dasar sengketa.

AHMAD WAWAN SUGANDIKA/TribunLombok.com/
Masyarakat hadang PA Selong saat akan membagi tanah ahli waris pada tanah sengketa di Dusun Bagek manis, Desa Kembang Kerang Daye, Kecamatan Aikmel Lombok Timur, Selasa (8/11/2022). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Tanah seluas 57,12 are di Dusun Bagek manis, Desa Kembang Kerang Daye, Kecamatan Aikmel Lombok Timur digugat ahli waris.

Namun yang menjadi persoalan tanah tersebut sebelumnya telah dijual secara sah oleh nenek dari si ahli waris kepada pemilik saat ini atas nama Hasan Basri.

Sebelumnya Tanah tersebut telah masuk dalam gugatan di Pengadilan Agama (PA) Selong, yang dijelaskan disana gugatan atas dasar sengketa, di mana awalnya pada pembagian ahli waris pihak penggugat menyebutkan tidak pernah diikut sertakan.

Pun juga pada penjualan, tak sepenuhnya ahli waris diikutsertakan pada saat penjualan tersebut.

Hal ini dibenarkan pula oleh perwakilan dari PA Selong Anwar yang juga merupakan kuasa hukum pemohon yang turun langsung melakukan pengukuran tanah sengketa pada Selasa (8/11/2022).

"Dikabulkan atas sengketa, sekalipun ini yang terakhir ada jual beli, namun yang menjual sebagian ahli waris, jadi jual belinya tidak sah. Kita akan ambilkan bagi ahli waris yang menjual, 82 are itu, dibagi secara peraturan," ungkapnya.

Memang yang sudah dijual dan memiliki surat kuasa sebesar 57,12 are, namun jumlah total keseluruhan tanah ahli waris ini adalah 82 are, sebagian tanah sifatnya masih tanpa kepemilikan.

Masyarakat hadang PA Selong saat akan membagi tanah ahli waris pada tanah sengketa di Dusun Bagek manis, Desa Kembang Kerang Daye, Kecamatan Aikmel Lombok Timur, Selasa (8/11/2022).
Masyarakat hadang PA Selong saat akan membagi tanah ahli waris pada tanah sengketa di Dusun Bagek manis, Desa Kembang Kerang Daye, Kecamatan Aikmel Lombok Timur, Selasa (8/11/2022). (AHMAD WAWAN SUGANDIKA/TribunLombok.com/)

Baca juga: 750 Kru & Pembalap WSBK Mandalika 2022 Tiba di Lombok, Toprak Razgatlioglu hingga Alvaro Bautista

Di satu sisi tanah seluas 57,12 are ini sendiri diakui telah memiliki kekuatan hukum yang di mana telah bermaterai dan ditandatangani Kepala Desa sebelumnya.

Hal ini ditegaskan pula oleh kuasa hukum dari tergugat, Samsu Trisno kepada TribunLombok.com saat di temui di tanah sengketa.

"Ini tanah dia beli dari neneknya dulu, sekarang yang menggugat cucunya. Secara logika tidak masuk, tanah ini tidak masuk warisan kalau dijual zaman dulunya," tegasnya.

Oleh karenanya ditegaskannya pula, pihaknya sudah memiliki sertifikat resmi dan jika ingin melakukan aktifitas atas dasar pembagian tanah, pihaknya meminta penggugat untuk membatalkan surat yang ada di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

"Batalkan dulu surat yang ada, baru kemudian melakukan berbagai aktifitas di tanah ini. Dalam artian, dari kami sudah lengkap, dimana semua sudah jelas, mulai tanda tangan penjual, hingga tanda tangan Kepala Desa yang dulu," tegasnya.

Baca juga: Dinas LH Lombok Timur Soroti Pembangunan Tambak Udang Suryawangi

Terlebih lagi, dikatakannya, tanah seluas 57,12 are tersebut juga sudah dibeli pada tahun 1999.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved