Berita Kota Bima

Warga Tolak Pembongkaran Rumah, PDI Perjuangan Desak Pemerintah Kota Bima Realisasikan Janji

H Ahmad Yadiansyah mendesak Pemerintah Kota Bima segera merealisasikan janji yang telah disampaikan kepada warga bantaran sungai.

Penulis: Atina | Editor: Robbyan Abel Ramdhon
TribunLombok.com/Istimewa
Warga Tolak Pembongkaran Rumah, PDI Perjuangan Desak Pemerintah Kota Bima Realisasikan Janji - Warga di bantaran Sungai Padolo Kota Bima yang menolak digusur. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA BIMA - Masih adanya penolakan atas pembongkaran rumah di sepanjang bantaran sungai, memantik reaksi sejumlah partai. 

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bima, H Ahmad Yadiansyah mendesak Pemerintah Kota Bima segera merealisasikan janji yang telah disampaikan kepada warga bantaran sungai. 

"Kalau sudah janjikan ada siapkan fasilitas kayak sekolah, polindes, masjid dan lainnya maka itu harus segera direalisasikan dong," tegasnya, Minggu (6/11/2022). 

Seharusnya kata pria yang akrab disapa H Yadi ini, pemerintah harus segera bersikap agar tidak terjadi resistensi terkait pemindahan warga di bantaran sungai. 

Baca juga: Warga Bantaran Sungai Padolo Kota Bima Tolak Pembongkaran Rumah

Pemerintah Kota Bima lanjutnya, harus memikirkan kebutuhan masyarakat dari segala sisi. 

Tidak hanya kebutuhan pokok, tapi juga primer dan sekundernya harus dipenuhi karena membentuk kehidupan baru. 

Jika dipikirkan, akan sulit bagi warga yang sudah bertahun-tahun hidup di bantaran sungai, mencari nafkah di daerah tersebut, kemudian harus berubah dalam seketika. 

"Itu membutuhkan waktu, tidak bisa tiba-tiba dan seketika," tambahnya. 

Baca juga: Relokasi Bantaran Sungai Padolo Kota Bima Ditolak: Rumah Baru Tak Layak Huni, Fasilitas Dasar Minim

H Ahmad Yadiansyah
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bima, H Ahmad Yadiansyah.

Ia pun mencontohkan, nasib anak-anak yang ada di sepanjang bantaran sungai ini harus pindah sekolah. 

Jika tidak, maka jarak yang ditempuh para siswa jauh. 

Untuk itu, PDI Perjuangan mengusulkan pada Pemerintah Kota Bima menyiapkan fasilitas antar jemput bagi siswa yang jarak sekolahnya jauh. 

Kemudian, segera merealisasikan fasilitas yang kini ditagih oleh warga relokasi. 

"Kami mendukung relokasi ini, karena sungai kita memang harus ditata. Tapi resistensi itu harus dihindari. Bagaimana pun, kondusifitas daerah sangat penting," tandasnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved