Kematian Brigadir J

Tak Informasikan Rencana Pembunuhan Brigadir J ke Pihak Luar, Bripka RR Ngaku Kejadiannya Mendadak

Bripka RR mengaku tak terpikirkan untuk informasikan rencana pembunuhan Brigadir J ke pihak luar karena peristiwanya terlalu mendadak.

Editor: Irsan Yamananda
Kolase/ Facebook dan Istimewa
Irjen Ferdy Sambo dan ajudannya (kiri), Brigadir J atau Yosua Hutabarat (kanan). Bripka RR mengaku tak terpikirkan untuk informasikan rencana pembunuhan Brigadir J ke pihak luar karena peristiwanya terlalu mendadak. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Bripka Ricky Rizal (RR) mengatakan bahwa peristiwa mengenai pembunuha Brigadir J atau Yosua Hutabarat itu sangat mendadak.

Hal tersebut diungkapkan oleh pengacara Brigadir RR, Erman Umar.

Menurutnya, Brigadir RR merupakan korban dari keadaan.

“Kan dia bukan yang dia berbuat. Dia korban keadaan.

Ya kan? Kan enggak mungkin dia membayangkan ini,” kata Erman di Lobi Bareskrim, Mabes Polri, Kamis (8/9/2022) malam seperti dikutip dari Kompas.

Bripka RR, kata Erman, mendadak terlibat dalam pembunuhan berencana tersebut.

Pasalnya, ia hanya disuruh oleh Ferdy Sambo.

Bahkan, Bripka RR sempat kaget saat tahu rencana tersebut.

“Kalau menurut saya, sebenarnya klien saya pantasnya sebagai seorang saksi,” ujar Erman.

Lebih lanjut, Erman mengatakan Bripka Ricky tidak punya niat jahat atau mens rea.

Baca juga: Sebelum Suruh Bharada E, Ferdy Sambo Sempat Minta Bripka RR Tembak Brigadir J: Berani Nembak Yosua?

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved