BPJS Kesehatan

JKN Dampingi Ismail Bangkit Melawan TBC

Di usianya yang sudah tidak muda lagi, Ismail harus sibuk bolak-balik ke rumah sakit untuk memeriksakan paru-parunya yang sudah tidak sehat lagi.

Editor: Dion DB Putra
BPJS KESEHATAN CABANG MATARAM
Ismail. 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit yang biasa menyerang paru-paru dan organ tubuh lainnya seperti ginjal, tulang belakang dan otak.

Penyakit ini kebanyakan diderita oleh perokok. Seperti yang dialami Ismail (53), yang saat ini menderita TBC akibat dari kebiasaannya sering merrokok.

Baca juga: BPJS Kesehatan Mataram Perbarui Data Peserta JKN bagi Anggota TNI dan Polri

Baca juga: Petugas BPJS SATU! Siap Bantu Peserta JKN-KIS di Rumah Sakit

Di usianya yang sudah tidak muda lagi, Ismail harus sibuk bolak-balik ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisi paru-parunya yang sudah tidak sehat lagi.

Meski ada penyesalan karena rokok menghancurkan hidupnya, namun tetap ada sebersit syukur di hati Ismail dan keluarga karena sudah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau yang biasa dikenal sebagai peseta mandiri.

“Saya sudah cukup lama menderita TBC paru. Namun untungnya, sebelum saya menderita penyakit ini, saya dan keluarga telah terdaftar sebagai peserta JKN, sehingga istri saya tenang tidak memikirkan biaya pengobatan selama saya menjalani pengobatan paru. Sampai saat ini, saya harus mengonsumsi obat rutin setiap hari. Alhamdulillah segala biaya perawatan dan obat-obatan ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan, jadi saya tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan,” ujar Ismail, Rabu (31/8/2022).

Prosedur layanan kesehatan berjenjang yang Ismail jalani selama ini membuahkan hasil yang baik sehingga keadaannya sekarang semakin bugar dan dapat beraktivitas seperti dulu lagi.

Ismail pun sadar besarnya iuran JKN yang telah ia keluarkan selama ini tidak akan cukup untuk membiayai pengobatan dirinya.

Untuk itu, ia sangat berterima kasih kepada BPJS Kesehatan dan peserta JKN lainnya yang secara tidak langsung telah membantu membiayai peobatannya melalui iuran setiap bulannya.

“Proses demi proses saya lakukan untuk mendapatkan pengobatan di rumah sakit tidak terlalu sulit. Awalnya saya datang ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) lalu saya dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan khusus dari dokter spesialis paru."

"Selama enam bulan saya selalu ke rumah sakit dan hasrus minum obat secara rutin. Pengalaman ini membuat saya semakin sadar akan pentingnya jaminan kesehatan dan menjauhi rokok,” ujar Ismail.

Sumber: BPJS Kesehatan

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved