Kematian Brigadir J

Penjelasan Obstruction of Justice, Jerat Baru untuk Ferdy Sambo sebagai Tersangka

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo merinci nama-nama tersangka obstruction of justice lainnya

Istimewa via Tribunnews
Tersangka pembunuhan berencana Brigadir J Ferdy Sambo saat mengikuti reka ulang adegan Selasa (30/8/2022). Sebelumnya, Ferdy Sambo dijerat sebagai tersangka pembunuhan berencana pada kasus penembakan Brigadir Nofrianyah Hutabarat alias Brigadir J dan kini dijerat pasal obstruction of justice. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo kini mendapat 'gelar' baru, yakni tersangka kasus obstruction of justice.

Sebelumnya, Ferdy Sambo dijerat sebagai tersangka pembunuhan berencana pada kasus penembakan Brigadir Nofrianyah Hutabarat alias Brigadir J.

Ferdy Sambo dijerat dengan pasal 49 jo Pasal 33 dan/atau Pasal 48 ayat (1) jo Pasal 32 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 221 ayat (1) ke 2 dan 233 KUHP jo. Pasal 55 KUHP dan/atau Pasal 56 KUHP.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo merinci nama-nama tersangka obstruction of justice lainnya selain Ferdy Sambo.

Baca juga: Update Kasus Ferdy Sambo: Pengakuan Putri Chandrawathi dan Rekomendasi Komnas HAM

"Ini sampai dengan malam ini sudah 7 orang, IJP FS (Ferdy Sambo), BJP HK, KBP ANP, AKBP AR, KP BW, KP CP, dan AKP IW," kata Dedi seperti dikutip dari Tribunnews, Jumat (2/9/2022).

Tak hanya Ferdy Sambo, Polri juga menetapkan enam polisi lain sebagai tersangka obstruction of justice.

Yakni ARA atau AKBP Arif Rahman Arifin selaku Wakadaen B Biropaminal Divisi Propam Polri, CP atau Kompol Chuk Putranto selaku PS Kasubbagaudit Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri.

BW atau Kompol Baiquni Wibowo selaku PS Kasubbagriksa Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri, dan HK atau Brigjen Hendra Kurniawan selaku Karopaminal Divisi Propam Polri.

AN atau Kombes Agus Nurpatria selaku Kaden A Biropaminal Divisi Propam Polri, dan IW atau AKP Irfan Widyanto selaku mantan Kasubnit I Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri.

Pengertian Obstruction of Justice

Lalu apa itu obstruction of justice?

Berikut ini pengertian obstruction of justice seperti disebut dalam UU ITE.

Bunyi Pasal 32 Ayat 1 UU Nomor 11 Tahun 2008

Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik milik orang lain atau milik publik.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved