Capaian RTH Publik Kota Mataram Dipastikan Sulit Terpenuhi Karena Hal Ini

pemerintah kota Mataram memaksimalkan taman-taman kecil termasuk yang ada di pinggir jalan sebagai upaya mengurangi dampak tidak terpenuhinya RTH.

TribunLombok.com/Laelatunni'am
Tampak pemandangan taman wisata Loang Baloq dari atas 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Laelatunni'am

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram HM Kemal menyampaikan target capaian ruang terbuka hijau (RTH) Kota Mataram 20 persen sulit terpenuhi.

Kendalanya karena keterbatasan lahan hijau di Kota Mataram.

"Lahan di kota Mataram tidak bisa kita pertahankan, terlebih kita ini kota yang pembangunan terus berjalan," urai Haji Kemal.

Menurutnya dengan menghentikan pembangunan gedung-gedung itu artinya mengehntikan kemajuan pembangunan kota.

Adapun solusinya adalah pemerintah kota Mataram memaksimalkan taman-taman kecil termasuk taman yang ada di pinggir jalan sebagai upaya mengurangi dampak tidak terpenuhinya RTH publik.

"Sekarang kita sedang melakukan pendataan kembali ruang lahan hijau untuk memungkinkan untuk ruang terbuka hijau publik," tuturnya.

Baca juga: Doa Naik Kapal Laut atau Doa Berlayar Lengkap dengan Bacaan Latin

Sehingga menambah capaian dari target RTH yang 20 persen.

Adapun dampak dari kurangnya RTH publik yaitu tentu terhadap lingkungan.

Masyarakat lebih mudah terkena penyakit karena polusi, karena ruang menghirup udara segar dan bersih sangat sedikit.

Himbauan dari pemerintah pusat untuk menjadi kota yang hijau dirasa cukup sulit.

Baca juga: Lirik Lagu Lombok I Love You, Sinar Mentari Pagi Bangunkanku dari Mimpi

Karena kota harus mengimbangi penebaran polusi udara dengan keberadaan RTH sebagi tempat menghirup udara, sementara Kota Mataram hanya mampu mencapai 7 persen saja.

Menghindari dampak yang serius dari kurangnya RTH, Haji Kemal menjelaskan kemungkinan Kota Mataram secara bertahap melakukan pembatasan kendaraan yang menggunakan bahan bakar.

"Kemungkinan perlu menggantinya dengan kendaraan listrik yang tidak menimbulkan polusi udara," tutupnya.

Baca juga: HUT Ke-29 Kota Mataram: Manfaatkan Ruang Publik Guna Tingkatkan Kesehatan Warga

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved