Doa Naik Kapal Laut atau Doa Berlayar Lengkap dengan Bacaan Latin

doa naik kapal laut atau doa berlayar ini diambil dari doa Nabi Nuh sebelum menaiki bahteranya

Patheos
Ilustrasi berdoa. Simak berikut ini doa naik kapal laut atau doa berlayar. 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Simak berikut ini doa naik kapal laut atau doa berlayar.

Sebelum berlayar, umat Islam dianjurkan untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT melalui doa naik kapal laut.

Adapun bepergian ini termasuk menggunakan transportasi laut sehingga yang dibaca adalah doa berlayar.

Lafaz doa sebelum naik kapal laut ini juga bisa dibaca sebelum naik perahu, sampan, ataupun transportasi laut lainnya.

Dikutip dari nu.or.id, doa naik kapal laut atau doa berlayar ini diambil dari doa Nabi Nuh sebelum menaiki bahteranya.

Baca juga: Lafaz Doa saat Gempa Bumi dan Artinya, Ikhtiar Mohon Perlindungan dan Pertolongan dari Bencana

Doa ini diriwayatkan dalam hadits yang dikutip oleh Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar sebagai berikut:

وروينا في كتاب ابن السني عن الحسين بن علي رضي الله عنهما قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : " أمان لأمتي من الغرق إذا ركبوا أن يقولوا (بسم الله مجراها ومرساها إن ربي لغفور رحيم) - (وما قدروا الله حق قدره...) الآية [ الزمر : 67 

Artinya, “Diriwayatkan kepada kami di Kitab Ibnu Sinni dari Husein bin Ali RA, ia berkat bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Aman dari tenggelam bagi umatku bila mereka membaca doa ketika menggunakan kendaraan laut, ‘Bismillâhi majrêha wa mursâhâ, inna rabbî la ghafûrur rahîm, (Hud ayat 41). Wa mâ qadarullâha haqqa qadrihî..., (Az-Zumar ayat 67),’’” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 190).

Bacaan Doa Naik Kapal Laut

 بِسْمِ اللهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا إِنَّ رَبِّيْ لَغَفُوْرٌ رَحِيْمٌ (هود 41) - وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَالْأَرْضُ جَمِيعًا قَبْضَتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَالسَّمَاوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِينِهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ (الزمر 67

Bismillâhi majrêha wa mursâhâ, inna rabbî la ghafûrur rahîm, (Hud ayat 41). Wa mâ qadarullâha haqqa qadrihî, wal ardhu jamî‘an qabdhatuhû yaumal qiyâmah, was samâwâtu mathwiyyâtum bi yamînihî, subhânahû wa ta‘âlâ ‘an mâ yusyrikûn, (Az-Zumar ayat 67).

Artinya, “Nuh berkata, ‘Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya.’ Sungguh Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,’ (Surat Hud ayat 41). Mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya. Padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan,” (Surat Az-Zumar ayat 67).

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved