Harga Tiket Mahal, Arus Penumpang di Bandara Lombok Tetap Normal

Arus penumpang di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok mash normal, di tengah kenaikan harga tiket pesawat.

Dok. Angaksa Pura Bizam
Pergerakan penumpang di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok / 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Lalu Helmi

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Sejak pertengahan Juni 2022, harga tiket pesawat mengalami kenaikan.

Namun, kenaikan tersebut ternyata tak berpengaruh pada jumlah penumpang.

Pasca-kenaikan, jumlah penumpang khususnya di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok cenderung stabil.

Hal itu disampaikan Arif Haryanto Humas PT Angkasa Pura Bandara Lombok kepada TribunLombok, Selasa (5/7/2022).

"Untuk jumlah penumpang rata-rata di angka 6000an penumpang per hari. Angka ini relatif stabil di Mei dan Juni 2022," kata Arif.

Angka tersebut cenderung normal.

Sama seperti saat sebelum terjadinya kenaikan harga tiket.

Baca juga: Konsumsi Sabu Sambil Bangun Rumah, Dua Pria Ini Diciduk Sat Resnarkoba Polresta Mataram

"Sepekan terakhir juga masih di angka rata-rata 6000an penumpang per hari," jelasnya.

Ketika ditanya ihwal penyebab utama kenaikam harga tiket pesawat, Arif enggan berkomentar banyak.

Humas PT Angkasa Pura Bandara Lombok itu menyebut pihak maskapai penerbangan-lah yang punya domain untuk membicarakan itu (kenaikan harga tiket).

"Kalau baca-baca di media, penyebabnya bisa karena jumlah armada pesawat yang saat ini memang terbatas dan harga avtur yang sedang tinggi," jelasnya.

Baca juga: Cara daftar Ulang PPDB NTB Jenjang SMA, Lengkap dengan Alamat Sekolah di Kota Mataram

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD NTB Abdul Hadi meminta agar pemerintah melakukan komunikasi lintas sektoral.

"Karena itu menjadi kewenangan pemerintah, perlu ada komunikasi linta sektoral antara BUMN, Kementerian Perhubungan dengan penyedia penerbangan dalam hal ini angkasa pura," katanya kepada TribunLombok pada Senin, (4/7/2022).

Ia juga meminta kepada Pemerintah Provinsi NTB untuk segera mengambil sikap.

Pemprov NTB, kata Abdul Hadi perlu membangun dialog dengan pihak terkait, dalam hal ini angkasa pura.

Baca juga: Alat Penyapu Jalan Kota Mataram Kapan Datang? Ini Jawaban Kadis Lingkungan Hidup

"Kita juga minta pemerintah daerah agar membangun komunikasi dengan maskapai penerbangan. Kalau semakin banyak maskapai yang membuka penerbangan, hal nantinya bisa membuat harga itu jadi stabil, khususnya yang domestik," paparnya.

"Ini bagian yang memang harus kita dorong. Kita meminta kepala dinas untuk mengawali," imbuhnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved