Edukasi Soal Penghijauan dan Pengelolaan Sampah di NTB Mulai dari TK sampai Perguruan Tinggi

Demi mewujudkan hal itu, di Provinsi NTB, edukasinya mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) sampai SMA dan perguruan tinggi.

Editor: Dion DB Putra
Dok.Pemprov NTB
Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah saat berkunjung ke Pondok Pesantren Al Muslimun NWDI, Kebun Kongok, Lombok Barat, Selasa (10/5/2022). 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd mengatakan, pengelolaan sampah dan penghijauan bukan hanya urusan pemerintah tetapi  menjadi gaya hidup masyarakat.

Demi mewujudkan hal itu, di Provinsi NTB, edukasinya mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) sampai SMA dan perguruan tinggi.

"Untuk yang langsung di bawah supervisi kami adalah SMA, SMK dan SLB itu kami tegaskan. Jadi, 30 persen penilaian untuk kepala sekolah itu masalah lingkungan karena sangat penting untuk anak-anak," kata Sitti Rohmi Djalilah seperti dikutip dari program Trilogi di YouTube TribunLombok.com, Kamis (30/6/2022) pagi.

Baca juga: Syarat Daftar Ulang PPDB NTB Jenjang SMP, Lengkap dengan Tujuan Pengenalan Lingkungan Sekolah

Baca juga: Cegah Sampah Kiriman, CEF Inisiasi Pemasangan Trash Trap

Dalam wawancara khusus dengan jurnalis tribunlombok.com, Wakil Gubernur (Wagub) NTB Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, peduli terhadap lingkungan yang bersih harus ditanamkan kepada anak-anak sejak usia dini.

Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah secara simbolis membagikan paket sembako kepada beberapa petugas kebersihan Kota Mataram di Kantor Walikota Mataram, Jumat (22/4/2022)
Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah secara simbolis membagikan paket sembako kepada beberapa petugas kebersihan Kota Mataram di Kantor Walikota Mataram, Jumat (22/4/2022) (TRIBUNLOMBOK.COM/LAELATUNNI'AM)

Edukasi melalui jalur pendidikan formal dan non formal merupakan salah satu opsi terbaik. "Kalau anak-anak SMAK/SMK, SLB sudah tertanam nilai tentang lingkungan yang bersih, maka itu bagus sekali," ujarnya.

Menurut Wagub Sitti Rohmi Djalilah, lingkungan sekolah di NTB umumnya bersih dan hijau.

"Alhamdulillah, silakan dicek SMA/SMK kita rata-rata bersih, hijau. Pokoknya tidak boleh, tidak hijau dan tidak boleh, tidak bersih gitu kan. Terus-menerus kita tingkatkan," katanya.

Sitti Rohmi optimistis pengelolaan sampah yang baik demi lingkungan yang sehat di NTB akan terus meningkat kualitasnya. Pemerintah provinsi memasang target tinggi.

"Saya optimis, selalu optimistis karena dengan optimisme itu kita punya semangat.
Dengan optimisme itu kita mau berlari. Karena kalau target kita rendah-rendah juga akhirnya kita bilang ‘kalau target segini saya tidur-tidur juga sampai ni target’. Tapi kalau targetnya tinggi kita berusaha semaksimal kita mampu. Hasilnya terlihat signifikan," kata Sitti Rohmi yang juga Rekor Universitas Hamzanwadi, Lombok Timur ini.

Seperti diwartakan sebelumnya, Wagub Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, satu di antara kekuatan NTB adalah lingkungan yang bersih.

Demi menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat, pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di bawah duet kepemimpinan Zulkieflimansyah- Sitti Rohmi Djalilah menggulirkan program NTB Bersih, NTB Hijau atau dikenal pula dengan zero waste.

"NTB bersih ini masalah manajemen sampah, NTB hijau itu masalah penghijauan. Karena kita sadar betul, salah satu kekuatan NTB dan Indonesia ini adalah lingkungannya," kata Sitti Rohmi Djalilah.

Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, alam NTB indah dan subur. Hal itu harus dijaga dengan merawat lingkugannya agar bersih dan hijau.

"Bagaimana jadinya gak dipelihara? Yang namanya lingkungan kalau kita serakah, kalau kita maunya sendiri sebagai manusia maunya ngambil saja tapi tidak mau memberi, kan rusak ini. Kalau sudah rusak berarti konsekuensinya ke anak cucu kita. Makanya saya bilang warisan terbaik bagi kita adalah lingkungan yang sehat, lingkungan yang baik," kata Sitti Rohmi Djalilah. (*)

 

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved