Berita NTB

Kurangi Sampah Plastik, Kini Tersedia Layanan Isi Ulang Refill untuk Rumah Tangga di NTB

Siklus menjadi pemenang pada final Pitching EPPIC tahun 2021. Siklus akan mengimplementasikan solusi yang mereka usung di Provinsi NTB.

Penulis: Lalu Helmi | Editor: Dion DB Putra
TRIBUNLOMBOK.COM/LALU HELMI
Layanan stasiun isi ulang refill pertama di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Lalu Helmi

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat ( NTB) menyatakan siap mendukung implementasi program Ending Plastic Pollution Innovation Challenge (EPPIC),.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat menerima audiensi dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) beserta Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL) di ruang kerjanya, Selasa (12/7/2022).

Baca juga: Inovator Penanganan Sampah Plastik se-Asean akan Adu Kehebatan di Lombok

Baca juga: Bandara Lombok Dikotori Sampah Plastik, Keluarga Penumpang Buang Sampah Sembarangan

Layanan stasiun isi ulang refill pertama di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Layanan stasiun isi ulang refill pertama di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. (TRIBUNLOMBOK.COM/LALU HELMI)

“Bagus, lanjutkan! Ini luar biasa, kita sangat welcome. Terima kasih, saya sangat happy dengan ini, sekarang tinggal realisasinya,” kata Wagub bersemangat.

Ia menambahkan a NTB mempunyai mimpi yang sangat tinggi untuk mengatasi permasalahan plastik, sehingga penerapan program EPPIC merupakan suatu terobosan baru untuk mencapai NTB Net Zero Emission 2050.

“NTB ini punya mimpi yang tinggi untuk capai Net Zero Emission di tahun 2050. Kita juga merupakan provinsi yang lengkap, biomassa ada, biothermal juga ada. Dan memang untuk masalah plastik, kita sudah komit dari dulu. Jadi, kalau ada program-program bagus begini, ayo cepat direalisasikan,” kata Sitti Rohmi Djalilah.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Kemenko Marves, Rendra Kurnia menjelaskan EPPIC dapat dijadikan sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan sampah plastik di Indonesia bahkan di ASEAN.

EPPIC merupakan program dari United Nation Development Program (UNDP) Indonesia dan Filipina melalui proyek Sekretariat TKN PSL dan Archipelagic and Island States (AIS) Forum, Norwegian Agency for Development Cooperation (Norad), dan Kementerian Luar Negeri Norwegia,serta Kemenko Marves.

“Jadi EPPIC ini merupakan suatu program dari UNDP terkait dengan bagaimana inovasi para peserta untuk menyelesaikan masalah sampah, khususnya plastik. Tujuannya supaya bisa mitigasi sampah dan menemukan solusi untuk sampah plastik,” jelas Rendra.

Sementara itu, salah satu inovator asal Indonesia, yaitu Siklus menjadi pemenang pada final Pitching EPPIC tahun 2021.

Siklus akan mengimplementasikan solusi yang mereka usung di Provinsi NTB.

“Sebenarnya konsep kita sama dengan NTB, yaitu Zero Waste. Kami memanfaatkan apa yang terbuang. Bagaimana pemanfaatan limbah makanan untuk membuat produk pengganti plastik, hal ini yang nantinya akan kita coba di NTB,” jelas Tim Siklus.

Satu di antara layanan yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah layanan isi ulang cairan rumah tangga.

"Iya ini kita datangi konsumen, pesan lewat WhatsApp. Tujuannya meminimalisir penggunaan plastik dan membantu agar masyarajat tidak terlalu sering keluar," kata Dimas Project Associate Lombok Siklus Refill.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved