Berita Lombok Utara

Masjid Kuno Bayan Beleq Lombok, Jejak Pengikut Sunan Kalijaga Hingga Dikelilingi Makam Para Ulama

Masjid Kuno Bayan Beleq terletak di dataran tinggi Lombok, yakni kaki Gunung Rinjani, tepatnya di Desa Bayan, Kecamatan Bayan Lombok Utara.

Penulis: Robbyan Abel Ramdhon | Editor: Lalu Helmi
TribunLombok.com/Sirtupillaili
MASJID KUNO: Masjid Bayan Beleq di Desa Bayan, Lombok Utara masih berdiri kokoh meski usianya diperkirakan 300 tahun, Minggu (18/4/2021). Masjid ini merupakan saksi bisu masuknya Islam di Lombok dan diperkirakan menjadi masjid pertama di Lombok. 

Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Robbyan Abel Ramdhon

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK UTARAMasjid Kuno Bayan Beleq terletak di dataran tinggi Lombok, yakni kaki Gunung Rinjani, tepatnya di Desa Bayan, Kecamatan Bayan Lombok Utara.

Masjid ini disebut-sebut sebagai salah satu pintu penyebaran Islam di Lombok pada abad ke-17, dan menjadi masjid tertua di Lombok yang tercatat sejauh ini.

Dedy Ahmad Hermansyah, anggota Masyarakat Sejarawan Indonesia, Masjid Kuno Bayan Beleq menjadi pertanda eksistensi Islam tidak hanya terpancar di kawasan pesisir, tetapi juga hingga ke tempat terjauh dari pelabuhan.

Baca juga: Tak Sekadar Belanja, Epicentrum Mall Juga Gelar Sholat Tarawih

Baca juga: Pengamanan Mudik Lebaran 2022, Polda NTB Siapkan 1.658 Personel

Berikut Tribunlombok.com telah merangkum, fakta-fakta Masjid Kuno Bayan Beleq di Lombok berdasarkan penelusuran pustaka dan wawancara.

1. Jejak Pengikut Sunan Kalijaga

Sunan Kalijaga adalah seorang tukuh penyebar Islam di pulau Jawa pada abad ke-15. Ia juga dikenal sebagai salah satu dari tokoh Walisongo. 

Pengaruhnya yang kuat dengan memadukan Islam dan tradisi di Jawa, membuat Sunan Kalijaga disegani banyak orang hingga memiliki banyak pengikut.

Salah satu pengikutnya bernama Sunan Pengging, yang kelak kemudian pada tahun 1640 datang ke Lombok dan menikah dengan putri dari Kerajaan Parwa.

Dikutip dari cagarbudaya.kemdikbud.go.id (http://cagarbudaya.kemdikbud.go.id/cagarbudaya/detail/PO2016060600028/masjid-kuno-bayan-beleq), perniakahan Sunan Panggung dengan putri dari kerjaan itu membuat kecewa Raja Gowa dan akhirnya menduduki Lombok.

Sunan Pangging yang dikenal juga dengan sebutan Pangeran Mangkubumi melarikan diri ke Bayan dan membuat daerah itu menjadi pusat kekuatan aliran Islam yang dikenal dengan nama Islam Waktu Telu (Wetu Telu).

Hingga akhirnya, Masjid Kuno Bayan Beleq dibangun oleh seorang penghulu bernama Titi Mas sekaligus orang pertama di Desa Bayan yang memeluk agama Islam.

2. Filosofi Bangunan

Konsep bangunan ini memiliki kesan tradisional dan amat sederhana. Luasnya pun hanya 9 x 9 meter persegi, dengan dinding yang terbuat dari anyaman bambu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lombok
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved